Manajemen Safin Pati Temui Rama Jangkar Saat Fisioterapi di Semarang


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Manajemen Safin Pati Sports School menaruh perhatian serius pada insiden yang terjadi pada laga Piala Soeratin U17 Jawa Tengah 2026, Senin (27/7) lalu.

CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin pada Rabu (29/7) sore mengunjungi Rama Jangkar yang sedang menjalani terapi di salah satu klinik fisioterapi di Kota Semarang.

Rama Jangkar adalah pemain dari tim BJL 2000 Semarang yang mendapatkan situasi yang kurang mencerminkan semangat fair play, yang melibatkan seorang pemain tim Universitas Safin Pati FC dari Safin Pati Sports School.

“Difasilitasi oleh manajemen tim Balasuga FA yang menjadi tempat latihan Rama di Semarang, sore ini saya sudah menemui Rama yang didampingi oleh sang ibunda. Kedatangan ini tentunya adalah untuk silaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang ada,” kata Rafi Rizqullah Arifin saat berkunjung.


Baca juga:  Gus Yasin: Manusia Bisa Sukses Karena Tidak Lupa dengan Asal-Usulnya

Dari perbincangan pada pertemuan itu, diketahui bahwa Rama juga adalah rekan satu tim dua siswa Safin Pati di tim Elite Pro Academy (EPA) Borneo FC pada musim 2025/26 lalu. “Ternyata Rama juga adalah teman satu tim dari Steven Jalung dan Daffa Zet yang juga adalah siswa Safin Pati yang memperkuat tim EPA Borneo FC,” ucap Rafi menambahkan.

Pemuda lulusan kampus Deakin University, Melbourne, Australia itu memastikan manajemen Safin Pati juga tak lepas tangan akan pengobatan dan terapi Rama.

“Kita sudah sampaikan ke Rama dan sang ibunda bahwa Safin Pati berkomitmen untuk membantu seluruh pembiayaan pengobatan dan terapi Rama hingga sembuh nanti,” ujar Rafi.

Baca juga:  Manajemen Transisi Ala Tri Suaka

“Ibunda dari Rama tadi juga mengucakan terima kasih kepada kita yang sudah hadir ke Semarang. Beliau juga mengaku sudah legowo dan berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari,” tambah Rafi.

Pada kesempatan itu, Rafi juga menyampaikan bahwa siswa Safin Pati yang menjadi sorotan dalam insiden sudah mendapatkan sanksi tegas.

“Kita kembalikan dia ke orang tuanya untuk pembinaannya dan sudah tidak lagi berstatus sebagai siswa Safin Pati Sports School,” dia menegaskan.

Rafi juga mengatakan bahwa kondisi Rama dalam pemulihan dan terapi. “Tidak ada fraktur atau yang patah. Kondisinya adalah dislokasi di bagian bahu kanannya. Semoga Rama lekas sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti semula, termasuk kembali ke tim EPA Borneo FC,” pungkasnya. (ril/muz)


TERKINI

Rekomendasi

...