Dengan Dalih Apapun, Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran Menolak Pengeboran


JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Dengan dalih apapun, Aliansi Masyarakat Penyelamat Gunung Telomoyo dan Ungaran menolak tegas rencana proyek geothermal Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) gunung Ungaran.

Menurut mereka, geothermal berkapasitas 55 mega Watt itu merusak lingkungan, kelestarian, dan menganggu ketersediaan air gunung Ungaran.

“Kami dari aliansi masyarakat penyelamat gunung Telomoyo dan gunung Ungaran, menolak keras rencana explorasi ini, silahkan kalau mau ngebor gunung, tapi jangan gunung Ungaran,” kata Hafid Sungkar, Ketua Aliansi, usai menghadiri dialog stakeholder Gunung Ungaran: manfaat, resiko, dan suara masyarakat, yang digelar FISIP Undip Semarang, Kamis 17 September 2026.

Budi Priyono, sekretaris Aliansi menambahkan, apapun alasannya gunung Ungaran harus dijaga. Disana banyak sumber mata air dan Cagar budaya Candi Gedong Songgo yang harus dilestarikan. Imbas negatif dari explorasi akan dirasakan masyarakat.

“Kami dari aliansi penyelamat gunung Ungaran, sekali menolak tetap menolak. Batalkan!” tegas Budi.

Baca juga:  BKOW Jateng Pindah Kantor Baru, Ini Susunan Pengurus 2022-2027 

Inisiator aliansi, Andi Hermawan, menyampaikan, mereka menolak explorasi karena ingin mempertahankan keaslian gunung Ungaran tetap sepeeti aslinya. Jadi tidak ada alasan mau dibor karena krisis energi.

“Kami komitmen tetap kita tolak tanpa kompromi,”tegasnya.

Joko, dari Korwil Aliansi Kendal juga menyatakan menolak dengan keras. Intinya gunung Ungaran biarkan seperti adanya jangan diutik-utik lagi. Sebab kalau untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik, menurutnya ada Bendungan daerah Singorojo Kendal yang disiapkan untuk pembangkit listrik PLN.

Sesepuh aliansi lainya menyampaikan, bumi dan gunung wajib dijaga kelestariannya. Jika tidak akan terjadi musibah seperti banjir dan gempa bumi.

“Adanya banjir seperti di Aceh itu, itu karena Bumi akhirnya merenovasi diri dengan membersihkan diri akibat perusakan oleh manusia, banjir itu membersihkan sisa-sisa akibat perusakan oleh manusia, gempa terjadi karena manusia merusak alam dengan tambang galian C dan lainya. Makanya lami warga Ungaran menolak pengeboran gunung Ungaran,”benernya.

Baca juga:  Satpol PP Tutup Resto MCDonald’s

Asal tahu, Kementerian ESDM sudah mengeluarkan surat resmi dan menunjuk PLN sebagai operator proyek geothermal Ungaran. Indoensia termasuk negara yang menyepakati Paris Agreement bahwa tahun 2060 semua sumber energi harus beralih ke energi ramah lingkungan (energi hijau).

Proyek dengan kapasitar 55 Mega Watt ini akan menggunakan lahan 29 ribuan hektar untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (AKP). Saat ini masih tahap kajian dan pengurusan ijin. Jika lancar tahun 2029 tahap explorasi dan 2031 tahap exploitasi (operasional). Namun proyek ini ditolak kalangan aliansi penyelamat gunung dan masyarakat sekitar. Mengingat wilayah candi Gedong Songo obyek wisata dan banyak candi yang harus dilindungi. Petani takut sumber air berkurang dan lingkungan terganggu. (jan)


TERKINI

Rekomendasi

...