Beranda Jateng Sembilan Pedagang Reaktif Covid19

Sembilan Pedagang Reaktif Covid19

Rapid Test Massal Di Pasar Pagi

22
Rapidtest Massal : Para pedagang Pasar Pagi Salatiga mengikuti rapid test massal yang diadakan DKK Salatiga. Sembilan orang diketahui reaktif Covid19. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Dinas Kesehatan Kota ( DKK) Salatiga bersama Dinas Perdagangan menggelar rapidt test massal terhadap para pedagang dan pembeli di Pasar Pagi, Jumat (29/5). Dari hasil test tersebut diketahui sembilan pedagang reaktif Covid19.

“Hasil rapid test ini akan ditindaklanjuti dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengantisipasi penularan. Di Pasar Pagi ini sudah jauh hari sebelumnya menerapkan physical distancing sehingga ketika kita temukan salah satu pedagang yang positif, bisa dengan cepat kita tangani,” ujar Kepala DKK Salatiga Siti Zuraidah kepada wartawan Jumat (29/5) kemarin.

Zuraidah menekankan bahwa rapid test massal tersebut dilakukan untuk mendapatkan besaran masalah, dari berapa persen sampel jumlah pedagang dan pembeli di Pasar pagi yang dirapid test, dan berapa orang yang dinyatakan reaktif atau non reaktif. Dengan penerapan jaga jarak antara pedagang satu dengan yang lainnya sebagaimana sudah diterapkan oleh Dinas Perdagangan, dinilai akan bisa lebih cepat dan lebih mudah melakukan total tracing.

“Sebelumnya sudah ditemukan satu pedagang pasar pagi dari Kabupaten Semarang yang positif. Kemudian ada lagi satu pedagang dari Salatiga yang positif terkena virus dari Pasar Kobong Semarang. Pergerakannya, orang tersebut kulakan di Pasar Kobong Semarang kemudian berdagang di Pasar Pagi,” jelas Siti Zuraidah.

Dikatakan Zuraidah, pihaknya menerjunkan sekitar 25 personil tenaga kesehatan dan supervisor untuk rapid test terhadap 163 orang di Pasar Pagi Jalan Jendral Sudirman Salatiga. Siti Zuraidah menandaskan, pedagang/pembeli yang reaktif ini akan dilihat terlebih dahulu berasal dari kelompok mana, baru kemudian ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri dan uji swab.

“Yang jelas, setelah diketahui asal kelompoknya, jika orang tersebut berasal dari Kota Salatiga maka akan segera kita lakukan swab sesuai jadwal Puskesmas wilayah masing-masing. Nantinya, Puskesmas juga lah yang akan melanjutkan contact tracingdan lain sebagainya,” tandasnya.

Dikatakan dia, DKK bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, akan menghubungi pedagang atau pembeli yang dinyatakan reaktif tersebut sesuai nama dan nomor hp yang tertera dalam kartu yang diserahkan saat rapid test. Oleh karena itu, hasil rapid test yang bisa diketahui dalam waktu 15 menit tersebut langsung diserahkan ke Dinas Perdagangan untuk kemudian menghubungi yang bersangkutan agar melakukan isolasi.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Kusumo Aji segera menindaklanjuti hasil rapid test yang dilakukan DKK dengan menghubungi pedagang atau pembeli yang menunjukkan tanda reaktif setelah resmi menerima hasil rapid test dari DKK Salatiga. Bagi yang reaktif, Aji mendesak untuk dilakukan isolasi.

“Yang berdagang dan belanja di Pasar Pagi bukan hanya warga dari Kota Salatiga saja, karena itu jika ada yang reaktif akan segera dihubungi dan dilihat asal daerah yang bersangkutan. Jika berasal dari daerah lain, tindaklanjutnya akan diserahkan ke Pemerintah Daerah setempat, namun jika yang reaktif tersebut berasal dari Kota Salatiga, akan ditindaklanjuti oleh petugas dari Puskesmas di wilayah kerja sesuai alamat yang bersangkutan,” jelas Kusumo Aji.(deb)