Seminar Kebangsaan Ajak Pahami Pancasila Secara Utuh

SEMINAR : Seminar Kebangsaan bertema “Memupuk Semangat Kebangsaan Guna Meredam Gerakan Anti Pancasila di Bumi NKRI”. Seminar dihelat di Hotel Red Chilis Solo, Rabu (21/9). Foto : ist/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO –  Sikap kebangsaan masyarakat Indonesia semakin luntur.  Guna membendung kerentanan ini, masyarakat  hendaknya  memahami Pancasila secara utuh, agar memiliki sikap kebangsaan yang kuat dan cinta kepada tanah airnya.

Prof Dr Sutoyo, Guru Besar Pancasila dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta mengatakan hal itu, dalam Seminar Kebangsaan bertema “Memupuk Semangat Kebangsaan Guna Meredam Gerakan Anti Pancasila di Bumi NKRI”. Seminar dihelat di Hotel Red Chilis Solo, Rabu (21/9).

Ada beberapa indikasi, lanjut Prof Sutoyo,  yang menandakan bahwa  sikap nasionalisme atau kebangsaan masyarakat di era sekarang dalam posisi menipis.  Antara lain yakni munculnya tindakan intoleransi, terorisme, dan radikalisme. Ketiga hal ini merupakan wujud bahwa penyimpangan dan kecintaan warga masyarakat terhadap bangsa dan negara telah luntur.

Indikator kedua,  yaitu merebaknya perilaku korupsi.  Sedang yang ketiga, ditandai oleh merajalelanya peredaran narkoba di tanah air.

Menurut Prof Sutoyo,  mengelola kebhinekaan, membangun nasionalisme, dan menjaga NKRI,  merupakan tanggung jawab bersama. Kuncinya, amalkan nilai-nilai Pancasila secara baik.  “Yang pelajar, ya jadilah pelajar yang baik.  Yang berdemo hendaknya berdemo yang baik. Demikian pula, para tukang becak ya mbecaklah  dengan baik,” imbuhnya.

Seminar Kebangsaan merupakan kerjasama Polda Jawa Tengah dengan Yayasan Sahabat Kita Satu Indonesia.

Sementara itu, Kasubdit IV Intelkam Polda Jateng, AKBP Kelik Budi Antara mengatakan, seminar ini untuk menyongsong Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, tentang pentingnya pemahaman berpancasila dalam bernegara. Tujuannya untuk memupuk rasa kecintaan warga masyarakat, khususnya pemuda, mahasiswa dan pelajar, terhadap Pancasila.

“ Kita wajib dan akan terus mengingatkan kepada generasi muda, bahwa Pancasila adalah ideologi paling cocok untuk Indonesaia,” tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Nanang Irawan, eks Napiter yang kini membuka warung kuliner “Omah Melon” di Solo. Dia mengaku pernah menjadi bagian dari teroris dengan spesialisasi sebagai perakit bom. (has/biz/rit)