Senangnya Mahasiswa UNSA Belajar Langsung Pembangunan Karanganyar

KKN: Suasana saat Mahasiswa UNSA kuliah lapangan tentang pembangunan di Karanganyar. FOTO:YAS/JATENGPOS

JATENGPOS. CO. ID, KARANGANYAR-Perkuliahan lapangan Mahasiswa Universitas Surakarta (UNSA) di Aula Baperlitbang Karanganyar,  begitu menyenangkan, Rabu (29/5).

Mereka mendapatkan langsung materi seputar proses pembangunan Karanganyar mulai dari perencanaan anggaran hingga pelaksanaan pembangunan Kabupaten Karanganyar.

Setelah mendapatkan teori seputar pembangunan Karanganyar yang disampaikan Sekretaris Baperlitbang Karanganyar, Joko Tri Suseno, S.T., M.T., Mahasiswa didampingi Dosen Praktisi Karanganyar yakni Dr. Agung Respati dan Drs. Sujarno, M.Si. melihat langsung proses pembangunan di sekitar RSUD Karanganyar.
Dekan Fakultas Ekonomi, Sosial, dan Politik UNSA, Dr. Yitno Puguh Martomo, S.Sos., M.Si., menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), salah satu programnya yakni Dosen Praktisi, program andalan Kemendikbud yang ditangkap sebagai sebuah program pembelajaran dengan beberapa kali teori tatap muka di dalam kelas. Kemudian diimplementasikan dan dikomparasikan seperti apa yang ada di lapangan. Jadi kesenjangan antara teori dan praktik bisa dicari solusinya. Memberikan bekal mahasiswa tak hanya teori tapi diimplementasikan dalam kehidupan, dalam berorganisasi, dan masyarakat.

“Filosofinya tak hanya pengalaman. Tapi mempraktikkan dalam kehidupan. Sehingga, mahasiswa siap kerja dengan pengalamannya,” terang Dr. Yitno.

Ditambahkan Dosen Pengampu, Dr. Samsi mengatakan, pembelajaran ini merupakan kolaborasi kuliah praktisi mengajar yang difasilitasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat. Pihaknya menggandeng dosen praktisi dari pejabat Karanganyar yakni Dr. Agung Respati dan Drs. Sujarno, M.Si yang merupakan mantan pejabat Karanganyar.

“Ini tujuannya mahasiswa biar tahu, setelah teori ternyata prakteknya di lapangan begini. Apalagi belajar masalah proses pembangunan, itu kalau hanya di kampus kan hanya bayangan. Di sini riil, proyeknya berapa, siapa yang terlibat dalam proyek, prosesnya bagaimana, kita akan lihat di lapangan. Sehingga, mahasiswa siap kerja dan siap pakai karena belajarnya tak hanya teori,” tandasnya. (yas/jan)