Sepakat Dump Truk PT Waskita Karya Libur Sepekan

Jasad warga Desa Masin hendak dimakamkan.

JATENGPOS.CO.ID, BATANG – Setelah melewati mediasi yang alot, akhirnya PT Waskita Karya Pemalang Batang Tol Road (PBTR) sepakat  menghentikan armada dump truknya selama sepekan dan   memenuhi sejumlah tuntutan warga Desa Masin, Kecamatan Warungasem. “Kami sepakat dan akan  bertanggung jawab atas meninggalnya warga. Kami akan membicarakannya lebih lanjut dengan keluarga korban,” kata Perwakilan Humas PT Waskita Karya PBTR, Joni Tean saat pertemuan dengan keluarga korban, warga masyarakat dan Polres Batang di Balai Desa Masin pada Senin (4/12) siang.

Joni juga menyatakan ikut  berbela sungkawa  atas meninggalnya Maulida Arifiyati (19) warga Desa Masin dalam  kecelakan itu. Selain itu,  PT Waskita Karya juga akan memenuhi sejumlah tuntutan warga terkait dengan pemelihraan jalan perlintasan kendaraan berat pengangkut material.  “Kami akan berusaha menepati keinginan warga, yaitu  pemasangan lampu jalan dan perbaikan  jalan yang  rusak,” jelas Joni.

Seperti diberitakan Jateng Pos kemarin,  Kades Masin Sugiato membeberkan, warga Desa Masin  Kecamatan Warungasem masih marah pada sopir sopir dump truk pengangkut material tol.  “Kami minta PT Waskita menghentikan aktivitasnya selama  seminggu di akses jalan di Desa Masin. Itu juga sebagai tanda berkabung,” terang Sugianto. Warga   berharap PT Waskita Karya benar benar menepati janjinya.

Sementara,  pemblokiran akses jalan menuju jalan Tol Pemalang-Batang belum dibuka oleh warga. Sehingga dump truk PT Waskita tak bisa melintas.  Sedangkan Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga meminta warga  membuka blokir jalan. Sebab,  pemblokiran jalan juga mengganggu aktivitas warga sendiri, terutama anak-anak sekolah yang terpaksa jalan kaki. Kapolres juga menegaskan, agar PT  Waskita mentaati kesepakatan dengan warga, yakni  tidak melakukan operasional dump truk  selama sepekan kedepan. (dik)