Setnov Diminta Legowo Lepas Ketum

Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Desakan agar Setya Novanto (Setnov)  melepas jabatannya dari Ketua Umum Partai Golkar semakin kencang, menyusul kasus yang menjeratnya, yaitu sebagai tahanan KPK, tersangka korupsi E-KTP.  Desakan tersebut, salah satuanya juga datang dari DPD Partai Golkar Jateng.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono meminta agar Setnov legowo melepas jabatan tersebut. Dalam kondisi seperti ini, akan lebih baik jika dia mundur dari posisi ketua umum. “Lebih baik mundur, agar Pak Setnov bisa fokus berkonsentrasi untuk menghadapi dan menyelesaikan kasus yang menimpanya,” kata Iqbal Rabu (29/11).

Selain itu, kata Iqbal, jika Setnov tetap bertahan di posisi ketua umum, maka berpotensi akan menggembosi suara partai. Masyarakat akan meninggalkan partai pada pemilu 2019 mendatang. “Demi partai, Pak Setnov harus mundur. Kasus Pak Senov ini tidak hanya diketahui orang dewasa, anak –anak di desa juga tahu,” katanya.

Menurut Iqbal, pada saat ini DPP masih menunggu hasil pra peradilan yang diajukan Setnov. Diperkirakan pada MInggu kedua Desember sudah ada keputusan. Jika nanti pra peradilan ditolak oleh pengadilan maka direncanakan akan segera digelar munaslub. Namun jika pra peradilannya diterima, DPP akan menggelar rapat. “Harapan kami, apapun hasilnya nanti, baik diterima atau ditolak, agar segera digelar munaslub untuk mencari ketua umum yang baru. Karena pemilu juga mepet. Munaslub bisa dilakukan pertengahan Desember 2017 ini,” tegasnya.

Dikatakan oleh Iqbal, saat ini memang sudah banyak muncul nama yang disebut-sebut laik menjadi ketua umum Partai Golkar, seperti  Erlangga Soetarto, Nusron Wahid, Wisnu Suhardono, Ade Komarudin dan lain-lain. Namun demikian, dia berharap pemilihan ketua umum nanti bisa dilakukan dengan musyawarah mufakat. “Jika hal itu terwujud, maka Partai Golkar akan tetap kuat dan kompak. Karena tidak ada yang merasa kalah dan menang,” tutur mantan angota DPR Jateng. (saf)