Siapkan Kurikulum Internasional, Studi Keperawatan Poltekkes Semarang Jalin Kerjasama dengan Eurosearch

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang atau biasa disebut Poltekkes Semarang pada Selasa (9/1) menerima kunjungan dari Euroseacrh dalam rangka membantu dan mengembangkan integrasi bahasa Jerman ke dalam kurikulum kelas internasional program studi keperawatan. Saat ini Poltekkes Semarang tengah bekerja keras menyiapkan kelas internasional untuk empat negara tujuan salah satunya adalah Negara Jerman.

Direktur Poltekkes Semarang Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc kepada Jateng Pos menjelaskan, program tersebut sebagai upaya peningkatan kapasitas dan penyiapan tenaga profesional kesehatan Indonesia untuk tujuan bekerja di Jerman. “Kunjungan dari Eurosearch dalam rangka membantu Poltekkes Semarang mengembangkan dan memotivasi mahasiswa keperawatan untuk memenuhi target kemampuan bahasa yang dipersyaratkan,” ujar Jeffri di sela menerima kunjungan tersebut di Kampus I, di Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang.

Persyaratan bekerja di Jerman, adalah pengusaaan bahasa Jerman pada level B2. Oleh karenanya, kunjungan tersebut diharapkan dapat mempercepat mahasiswa Poltekkes Semarang untuk mencapai yang dipersyaratkan. “Tadi dalam diskusi disampaikan, kami memiliki komitmen lulusan yang dipersiapkan adalah 30 mahasiswa per tahun,” terang Jeffri.

Para mahasiswa tersebut akan tinggal di asrama mulai tahun pertama, menempuh masa studi sampai profesi selama lima tahun. Selama masa tersebut para calon mahasiswa yang akan bekerja di Jerman, dipersiapkan untuk menggunakan bahasa Jerman hingga mencapai level B2.

Pada saat ini Poltekkes Semarang telah bersiap diri untuk menyambut mahasiswa baru kelas internasional dengan negara tujuan Jerman, Belanda, Jepang dan Arab Saudi yang pelaksanannya dimulai tahun 2024 ini. Poltekkes Semarang berkomitmen untuk negara Jerman adalah mencetak 30 lulusan dari kampus I dan kampus yang lain yaitu kampus Magelang juga dipersiapkan 30 lulusan. Sehingga pihaknya menargetkan, setiap tahun akan memberangkatkan 60 lulusan yang siap bekerja di Jerman. ” Sampai saat ini Poltekkes Semarang masih memegang rekor tertinggi dari Politeknik Kesehatan Kemenkes untuk pemasok lulusan terbanyak yang bekerja sebagai perawat di luar negeri. “Saat ini sudah ada lebih dari 130 alumni yang bekerja di luar negeri, tapi itu adalah angka akumulasi dengan rata-rata per tahun 17 orang. Pada tahun 2023 kami mengirimkan 25 orang, dan pada tahun 2024 dan seterusnya akan ditingkatkan,” lanjutnya.


Dikatakan, kebutuhan perawat di Jerman saat ini masih sangat tinggi. Menurut rilis Kementrian Luar Negeri RI, Dewan Perawat Jerman (Deutschen Pflegerat / DPR) memproyeksikan adanya 300 ribu kekosongan posisi perawat di Jerman hingga tahun 2030. Berdasarkan data terkini dari Badan Tenaga Kerja Jerman (Bundesagentur für Arbeit / BA), rasio antara pencari kerja dengan jumlah lowongan pekerjaan perawat di Jerman sangat rendah, yakni 0,58. Bahkan, tiga bagian wilayah kerja KJRI Frankfurt memiliki rasio yang lebih rendah dari rata-rata Jerman, yakni Bayern (rasio 0,37); Saarland (rasio 0,45); dan Baden-Württemberg (rasio 0,46).

Selain Jerman, negara yang membuka luas lowongan bekerja bagi lulusan Polkesmar adalah Jepang, Arab Saudi, dan Belanda. Masing-masing negara mempersyaratkan kemampuan keahlian bahasa dengan level tertentu. “Oleh karenanya, program keahlian berbahasa asing tersebut menjadi salah satu kemampuan yang didorong untuk dimiliki oleh lulusan Polkesmar, selain keahlian akademis sesuai dengan bidangnya tentunya,” pungkas Jeffri.

Sementara itu dari Dennis Fromm, Business Development Manager I ESG dari Euroseacrh yang hadir bersama CEO Deininger Consulting Group, Joy Edwin Thanarajah menyatakan kekagumannya akan semangat dan tekad Poltekkes Semarang untuk menyiapkan kelas internasional terutama untuk tujuan ke Jerman. “In addition to preparing teaching human resources, there are also infrastructure facilities such as CBT Center and Dormitori representatives,” demikian kesan Dennies Fromm. Pada kunjungan tersebut mereka merasa tersanjung bisa bekerja sama dengan Poltekkes Semarang dalam menyelenggarakan kelas internasional Jerman dan sangat optimis akan prospek lulusannya. (rit/adv)