Sido Muncul Siapkan Investasi Rp300 Miliar

Bangun Riset Center dan Museum Jamu

- MAKET PROYEK- Jajaran Direksi Sido Muncul menekan tombol sirine dan membuka selubung maket proyek pembangunan riset center dan museum, di Kawasan Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Jawa Tengah, Sabtu (18/12/2021). FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk telah menyiapkan dana senilai Rp300 miliar untuk investasi pembangunan riset center dan museum di Kawasan Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Jawa Tengah. Proses pembangunan proyek tersebut direncanakan mulai pertengahan tahun 2022, seiring finalisasi desain.

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan, tujuan pembangunan kawasan yang memiliki luas sekitar 4-5 hektar ini untuk melestarikan budaya dan tradisi jamu, serta menjadi pusat informasi dan pembelajaran ilmiah/edukasi. Namun begitu, ide yang terus mengalir menjadikan desain proyek riset center dan museum Sido Muncul ini terus berubah.

“Hingga saat ini desainnya baru 80% dan diperkirakan segera rampung di bulan Mei 2022 untuk segera lanjut ke pembangunan,” katanya, disela Syukuran Rencana Pembangunan Riset Center dan Museum di Kawasan Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Jawa Tengah, sekaligus syukuran dalam rangka HUT PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, Tbk ke-70 tahun dan 8 tahun menjadi perusahaan publik, Sabtu (18/12/2021).

Dijelaskan, riset center ini nantinya akan berfokus mengenai jamu, obat herbal, dan tanaman rempah. Melalui riset center ini pula, Sido Muncul ingin terus berkontribusi dalam menemukan obat-obat alam (rempah) yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami nantinya akan kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk bersama-sama mengembangkan dan membudidayakan tanaman obat, sehingga dapat menghasilkan bibit rempah yang unggul, yang memiliki kandungan zat aktif tinggi,” jelasnya.

Adapun untuk pembangunan museum, lanjutnya, Sido Muncul ingin agar generasi muda dapat mengerti tentang sejarah dan tradisi jamu, sehingga dapat melestarikan budaya jamu. Nantinya, museum akan dikemas secara modern dengan dukungan teknologi kekinian.

“Museumnya nanti bukan hanya sekedar produk Sido Muncul saja, tapi nanti akan diceritakan sejarah jamu, dimana saat ini sedikitnya ada 1.825 macam jamu. Ini sekaligus untuk mengedukasi generasi mendatang agar sejarah jamu tidak musnah,” ujarnya.

Menurut Irwan, pusat riset dan museum jamu akan dikemas secara modern, dilengkapi dengan adanya kebun binatang dari koleksi Sido Muncul. Pembangunannya diperkirakan akan memakan waktu hingga 1 tahunan.

“Paling tidak akhir 2022 bisa selesai, dan awal tahun 2023 bisa segera beroperasi, dibuka untuk umum,” ungkapnya.

Kehadiran pusat riset dan museum jamu diharapkan Irwan mampu berkontribusi pada sektor pariwisata di Jateng pada umumnya dan Kabupaten Semarang pada khususnya. Apalagi, target kunjungannya bisa mencapai 40.000 orang per bulan.

“Harapan kami, dengan adanya riset center dan museum ini semakin banyak pengunjung yang datang ke tempat kami. Sebelum pandemi, total pengunjung setiap bulannya yang kebanyakan mahasiswa bisa mencapai 8.000 pengunjung. Kami harap setelah ini bisa mencapai 40.000 pengunjung setiap bulannya,” lanjut Irwan.

Sementara itu, acara yang diselenggarakan sesuai protokol kesehatan ketat ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar pranowo, S.H. M.IP yang diwakili oleh Muhammad Arif Sambodo, SE, M.Si, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, SH, MH, Walikota Semarang yang diwakili oleh Asisten Pemerintah Bagian Perekonomian dr. Widoyono, Walikota Salatiga yang diwakili oleh Wakil Walikota Salatiga Muhammad Haris, S.S., M.Si., Kiai Haji Mustofa Bisri (Gusmus), Komisaris Utama Sido Muncul Jonatha Sofjan Hidajat, Komisaris Sido Muncul Johan Hidayat, Komisaris Sido Muncul Sigit Hartojo Hadi Santoso, Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, dan Sandra Linata Hidayat.

Irwan menyampaikan, semulanya acara syukuran seharusnya diadakan pada 11 November lalu. Akan tetapi diundur karena masih dalam suasana berkabung.

“Seharusnya acara ini diadakan bertepatan dengan HUT Sido Muncul ke-70 tahun pada 11 November. Tapi karena keluarga kami sedang berduka, maka kami lakukan pada 18 Desember ini,” tukas Irwan.

Pada syukuran kali ini, Sido Muncul turut memberikan bantuan sosial dengan total nilai Rp500 juta, yang diserahkan melalui Gubernur Jawa Tengah (Rp200 juta), Walikota Semarang (Rp100 juta), Bupati Semarang (Rp100 juta), dan Walikota Salatiga (Rp100 juta).(aln)