Sirup Jaksen 33 Tambahsari Kendal, Kuasai Pasar Sirup Jateng

Sirup Jahe Kersen hasil olahan warga Desa Tambahsari Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal mampu meningkatkan ekonomi kesejahteraan keluarga. FOTO : ADYE VIANT/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, KENDAL – Industri rumahan yang satu ini boleh dibilang sangat maju dan mampu menghasilkan keuntungan lebih dari modal awal. Terlebih, produk Sirup Jaksen (Jahe Kersen) 33 hasil kreasi warga Desa Tambahsari Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal ini nyaris menguasai pasar sirup di Jawa Tengah.

Usaha yang dirilis pasangan suami istri Suprihatin dan Sri Sudarmi warga RT 02 RW 02 Tambahsari ini, berjalan baru berjalan sekitar 4 tahun. Namun, berkat kerja keras dan kemauan tinggi menjalankan usaha kreatif industri rumahan mampu menghidupi ekonomi keluarganya.

Melihat banyaknya tanaman kersen di sekitar rumah dan melimpahnya jumlah jahe di desanya. Dia terpikir untuk membuat dan mengolah produk dari bahan-bahan tersebut. Dengan menggunakan panci diatas tungku kompor, bahan-bahan itu pun disulapnya menjadi sirup yang nikmat dan menyehatkan.

Ditemui dirumahnya, Sri Sudarni mengatakan awal kali memproduksi sirup yang berbahan baku palawija berupa Jahe dan daun kersen ini dalam sehari hanya memproduksi sebanyak 19 botol ukuran sedang. Namun, sehubungan permintaan banyak, lambat laun produksi sirup jaksen meningkat dan menjadi 200 botol perharinya.

Sirup Jahe Kersen olahan industri rumah tangga ini kini bisa dikatakan menguasai pangsa pasar sirup di Jateng. FOTO : ADYE VIANT/JATENGPOS.CO.ID

“Itu saja terkadang bisa lebih lagi produksinya, tergantung dari banyak sedikitnya permintaan. Tapi, sekarang ini rata-rata produksi sebanyak 200 botol sirup jaksen. Selebihnya bisa mencapai 300 botol perharinya,” kata dia disela-sela memproduksi sirup jahe dirumahnya.

Dia menjelaskan sirup buatannya tersebut memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh. Diantaranya dapat mencegah naiknya gula darah dan dapat mengobati asam urat. Adapun produk olahan sirup banyak macamnya. Seperti sirup jahe biasa, jahe merah, dan jahe emprit.

“Namun dari beberapa produk tersebut yang lebih spesial kami buat adalah sirup jaksen. Sirup dengan bahan dasar jahe dan daun kersen. Manfaatnya banyak dan memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh, diantaranya mencegah naiknya gula darah dan mengobati asam urat ,” terang Sri, Kamis (7/12).

Masyarakat Desa Tambahsari Kecamatan Limbangan berhasil mengembangkan sirup dari jahe kersen. FOTO : ADYE VIANT/JATENGPOS.CO.ID

Pekerjaan mengolah Sirup Jaksen ini, lanjut Sri, dibantu oleh sanak saudaranya yang totalnya lima orang termasuk dirinya dan suaminya. Bahkan, anak pertamanya yang baru duduk di bangku SD kelas 5 ini ikut semangat membantunya, meski hanya mengemas.

“Cukup kami kerjakan bersama keluarga dan famili saja. Terkadang jika pengolahannya sedang banyak, kami memberdayakan warga sekitar. Terutama bagi tetangga yang tidak memiliki pekerjaan tetap,” beber wanita yang baru saja melahirkan anak ketiganya ini.

Dalam mendistribusikan produk olahannya, Sirup Jaksen bisa ditemui disejumlah daerah dan sudah menyebar di hampir seluruh kota dan kabupaten Se Jawa Tengah. Bahkan, pesanan juga datang dari luar Jawa Tengah, seperti Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi , Sumatera dan Kalimantan.

Berkat produksi sirupnya keuntungan yang diperolehnya perbulan bisa mencapai puluhan juta rupiah. “Harga sirup yang kami jual kisaran harga Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu. Bahkan, beberapa produk tersebut, juga kami pasarkan di Supermarket daerah Solo dan Semarang,” ulasnya.

Sri menambahkan, seringnya mengikuti berbagai event kegiatan bazar produk Sirup Jaksen olahannya makin banyak dikenal. Bahkan saat mengikuti festival jamu culinary di Solo tahun 2016 lalu, produk Sirup Jahe Kersen tersebut mendapat Juara 1 Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Kendal dr. Mirna Annisa mengatakan banyak potensi usaha masyarakat kabupaten Kendal yang terus dan bisa digali guna memperbaiki dan meningkatkan ekonomi keluarga. Tentunya pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan dan mensupport geliat UKM, serta turut mengajak masyarakat lainnya lebih aktif dalam berinovasi.

“Ini merupakan prestasi warga dalam mengolah usaha industri rumah tangga. Harapannya warga lainnya bisa lebih aktif dalam berinovasi. Dengan memberdayakan potensi yang ada, demi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (***/via )