Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Sistem Reproduksi Manusia, “Jelita via Warung Tawa”

Sistem Reproduksi Manusia, “Jelita via Warung Tawa”

159
Endang Puspowati, S.Pd Guru Biologi SMA Negeri 2 Kudus
Endang Puspowati, S.Pd Guru Biologi SMA Negeri 2 Kudus

Remaja adalah individu yang berada pada masa peralihan dari masa anak – anak menuju masa dewasa yang lebih mandiri dan ditandai dengan perkembangan yang sangat cepat mulai dari aspek fisik. Faktor lainnya adalah psikis dan spirit. Sifat remaja yang selalu ingin tahu dan semangat yang tinggi ditunjang dengan kemampuan IT yang memadai membuat mereka dapat mengakses informasi dengan cepat.

Pada abad 21 sekarang ini, kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan lagi dengan teknologi, bahkan seolah – olah manusia tidak bisa hidup tanpa teknologi. Salah satu alat berbasis teknologi yang dapat digunakan untuk mengakses segala informasi adalah handphone (HP).

Oleh sebab itu guru wajib “melek” teknologi, minimal mampu menggunakan HP untuk komunikasi baik secara langsung melalui media sosial (medsos), misalnya facebook, twitter, instagram, dan whatsApp (WA) serta menggunakan HP untuk menerima dan mengirim surat elektronik (email). Seorang guru harus mampu mencerdaskan peserta didiknya memanfatkan HP secara bijak untuk kepentingan pembelajarannya. Hal ini akan melatih peserta didik dalam penerapan pembelajaran abad 21 yaitu 4C (kritis, kreatif, komunikatif, dan colaboratif)

Biologi adalah kajian tentang kehidupan,dan organisme hidup,termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan,evolusi,persebaran dan taksonominya. Mempelajari biologi sebagai produk, menghafal konsep, teori dan hukum terkadang menyebabkan siswa kesulitan untuk belajar. Kesulitan belajar menurut Hamalik, 2002, dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya yaitu minat belajar dan gaya belajar. Setiap peserta didik memiliki minat belajar yang berbeda.

Minat menentukan sukses atau gagalnya kegiatan seseorang. Minat yang tinggi akan meningkatkan motivasi, sedangkan kurangnya minat menyebabkan kurangnya perhatian dan usaha belajar sehingga menghambat studinya. Selain itu kebiasaan belajar dan penggunaan metode pembelajaran juga sangat berpengaruh. Guru harus mampu melakukan inovasi pembelajaran dan memotivasi peserta didik untuk dapat belajar lebih aktif dan kreatif dalam menemukan konsep biologi secara mandiri sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Peningkatan motivasi belajar akan bermuara pada peningkatan prestasi belajar, sebab berhasil tidaknya proses pembelajar dapat diketahui dari prestasi belajar siswa. Menurut Sukmadinata ( 2003 : 101) prestasi belajar adalah realisasi dari kecakapan potensi / kapasitas yang dimiliki seseorang. Proses dari prestasi belajar siswa merupakan indikasi dari perubahan yang terjadi pada siswa.

Sistem reproduksi merupakan salah satu materi Biologi pada kelas XI Mipa, KD 4.12, semester genap yang cukup menarik bagi para remaja. Terkadang mereka “malu – malu” dan merasa tabu mempelajarinya. Agar tidak menemui kesulitan belajar maka penulis menggunakan metode “Jelita, via Warung Tawa” yang berarti jelajah internet, warga unggah lewat WhatsApp. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok beranggota 4 – 5 orang.

Materi dibagi menjadi beberapa sub bab, kemudian tiap kelompok dengan sub bab tertentu menemukan konsep melalui internet. Tiap kelompok mengunggah 5 pertanyaan pada grup whatsApp yang akan dijawab oleh kelompok lainnya. Di akhir pembelajaran setiap kelompok mereview materi, hasil unggahan, jawaban pertanyaan dan tanggapan.

Penggunaan WA diharapkan dapat meningkatkan frekuensi peserta didik melihat dan membaca materi ajar. Harapan ini tentu tidak berlebihan, karena siswa dipastikan akan membuka HPnya setiap saat. Jelajah internet dan membuka WA tentu lebih mudah dibanding membuka buku. Namun demikian internet dan WA tidak serta merta dapat menggantikan buku, karena diharapkan saat menulis jawabannya peserta didik terlebih dulu menguasai konsep. Peningkatan frekuensi melihat dan jelajah materi pelajaran baik lewat internet maupun membaca buku pelajaran diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar.

Peningkatan motivasi belajar diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar.

Endang Puspowati, S.Pd
Guru Biologi SMA Negeri 2 Kudus