Beranda Headline Skenario Terburuk, Ada 8.000 Pasien Corona di DKI

Skenario Terburuk, Ada 8.000 Pasien Corona di DKI

50 Tenaga Medis Tertular

60

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono menyebut skenario terburuk akan ada 8.000 pasien virus corona baru (Covid-19) di DKI Jakarta. Skenario itu merupakan hasil simulasi bersama Forkompida DKI.

“Karena Jakarta paling banyak terpapar virus ini, skenario terburuk bisa mencapai 6.000 sampai 8.000 orang positif,” kata dia dalam keterangannya di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3).

Untuk itu, Eko mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi seperti menyediakan rumah sakit darurat Wisma Atlet. “Perlu kami sampaikan bahwa latar belakang didirikan RS ini adalah pemerintah sudah mengantisipasi apabila penyebaran Covid-19 tidak bisa kita bendung maka banyak yang akan terpapar virus ini. Sementara, apabila kita mengandalkan RS yang ada, jelas tidak akan mungkin,” ujarnya.

Eko menyebut saat ini rumah sakit darurat Wisma Atlet telah mengoperasikan dua menara yang mampu menampung sebanyak 3.000 pasien corona. “Dari dua tower yang sudah disiapkan, ada tower tujuh yang sudah operasional itu mampu menampung 1.700 orang. Sedangkan, tower enam 1.300 (orang). Sehingga, total 3.000 pasien mampu ditampung di rumah sakit ini,” kata dia.

Saat ini, menurut Eko, rumah sakit darurat itu telah merawat 208 pasien corona. Eko juga mengatakan bahwa rumah sakit darurat itu telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan jumlah pasien yang terjangkit virus.

“Kalau skenario bertambah buruk, kita bisa gunakan skenario berikutnya, yaitu tower empat dan lima,” ujarnya.

Sementara itu pemerintah mengumumkan ada penambahan 103 kasus positif Covid-19 pada hari ini. Artinya, per Kamis (26/3) sudah ada 893 orang yang terinfeksi virus corona di Indonesia.
Selain itu, ada penambahan 20 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19, sehingga total ada 78 pasien yang meninggal dunia. Tingkat kematian akibat virus corona di Indonesia tercatat 8,73 persen.

“Kalau dilihat sebarannya masih didominasi di DKI Jakarta. Sementara kita lihat di Sulsel ada penambahan kasus 14 orang. Ini hendaknya menjadi atensi kita dalam konteks waspadai ini,” jelas Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Kamis (26/3).

Yurianto juga menyampaikan, ada penambahan empat orang yang dinyatakan sembuh sehingga total ada 35 pasien yang kini dinyatakan negatif Covid-19. Yuri kembali mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan prinsip social distancing atau penjagaan jarak sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pemerintah juga terus melakukan rapid test atau tes cepat yang ditujukan bagi pihak-pihak yang sempat melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 dan para tenaga medis. Sejalan dengan terus dilakukannya rapid test ini, diprediksi akan muncul lonjakan kasus positif yang cukup signifikan. Rapid test diyakini akan mengungkap kasus-kasus yang sebelumnya belum tersentuh pemeriksaan kesehatan.
Pada hari ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan total pasien positif corona (Covid-19) per 26 Maret 2020 berjumlah 495 orang. Angka itu mencakup 48 orang meninggal dunia dan tenaga medis yang terpapar 50 orang.

“Sampai hari ini total pasien positif mencapai 495 orang, yang dinyatakan sembuh 29 orang, wafat 48 orang,” ujar Kepala Tim Siaga Covid-19 DKI Jakarta, Catur Laswanto di Jakarta, Kamis (26/3).

Selain itu dia juga menambahkan tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 berjumlah 50 orang tersebar di 24 rumah sakit.
“Selanjutnya terkait dengan jumlah orang dalam pemantauan ODP sampai hari ini mencapai 1.850 orang, adapun yang masih dipantau berjumlah 457 orang, dan yang selesai dipantau 1.393 orang,” katanya dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 895 orang, masih dirawat 291 orang, dan yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 604 orang.(rep/udi)