Snowball Throwing Tingkatan Keberanian Bertanya

Uswatun Hasanah, S.pdI

Bertanya adalah cara untuk mengungkapakan rasa keingintahuan akan jawaban yang tidak atau belum diketahui. Rasa ingin tahu merupakan dorongan atau rangsangan yang efektif untuk belajar dan mencari jawaban (Suhito, 1987; dalam Ribowo, 2006).

Dalam pembelajaran, aktivitas bertanya perlu ditingkatkan. Bebera penyebab peserta didik kurang berani bertanya diantaranya: (1) merasa dirinya tidak lebih tahu dari guru, akibat dari kebiasaan belajar yang satu arah, (2) adanya ganjalan psikologis, karena guru lebih dewasa daripada peserta didik dari segi usia, (3) kurangnya kreatif guru dalam mengajukan persoalan-persoalan yang dapat menantang peserta didik untuk bertanya. (Menjadi guru Profesional, Prof. Suyanto, P.Hd, 2013).

Realitas kondisi awal keberanian bertanya peserta didik Kelas VIII C SMP Negeri 2 Pecangaan semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 adalah rendah. Hal ini dibuktikan dengan hal-hal diantaranya: peserta didik pasif, mengantuk, tidak ada respon jika diberi kesempatan untuk bertanya. Rendahnya keberanian bertanya peserta didik ini mengakibatkan suasana pembelajaran monoton, menjemukan yang semuanya dikhawatirkan mengakibatkan hasil pembelajaran tidak maksimal. Sebagai upaya meningkatkan kemampuan bertanya peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi Macam-macam sujud adalah dengan penerapan Metode Snowball Trowing.

Metode Snowball Throwing merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Snowball artinya bola salju sedangkan throwing artinya melempar. Snowball Throwing dapat diartikan sebagai metode pembelajaran yang menggunakan bola pertanyaan dari kertas yang digulung bulat berbentuk bola kemudian dilemparkan secara bergiliran di antara sesama anggota kelompok. (Agus Suprijono:2011)

Menurut Ribowo, B. (2006) penggunaan keterampilan bertanya secara tepat akan mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran di kelas, seperti membangkitkan minat dan rasa ingin tahu terhadap pokok bahasan dan mendorong mengemukakan pendapatnya dalam diskusi. Keterampilan bertanya juga penting untuk mendorong terjadinya interaksi antar peserta didik dan lebih bertanggung jawab terhadap pertanyaan yang diajukan. Dalam hal ini bertujuan agar menciptakan sistem pembelajaran Student Centre Learning, dimana peserta didik yang aktif di dalam kelas sedangkan guru menjadi fasilitator, bukan pemegang kekuasaan penuh atas kelas.

Maka berdasar pada uraian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan snowball throwing yaitu metode pembelajaran yang didalam terdapat unsur pembelajaran kooperatif sebagai upaya mengarahkan perhatian peserta didik terhadap materi yang disampaikan oleh guru.

Menurut Shoimin (2014:175) langkah-langkah pembelajaran Snowball Throwing adalah guru menyampaikan materi yang akan disajikan, guru membentuk kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan materi, kemudian kembali ke kelompoknya masing-masing, menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya, masing-masing peserta didik diberikan satu lembar kertas untuk menuliskan satu pertanyaan menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok, kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu peserta didik ke peserta didik yang lain, peserta didik yang mendapat lemparan bola menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas yang berbentuk bola tersebut.

Metode Snowball Throwing dinilai berhasil untuk menjawab masalah keberanian bertanya peserta didik  dengan dibuktikan  85 % peserta didik berani bertanya secara individual, Sedangkan rata-rata persentase skor aktivitas peserta didik ≥ 75. Siswa terbiasa menggali informasi sendiri untuk membuat soal maupun menjawab soal. Selain itu, saat aktivitas diskusi kelompok, interaksi siswa terlihat lebih baik.

Oleh: Uswatun Hasanah, S.pdI

Guru PAI SMPN 2 Pecangaan, Jepara.