24 C
Semarang
Kamis, 15 Januari 2026

Lawan Diabetes dan Obesitas, Tiga Kelurahan Deklarasikan ‘Kampung Sehat’

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Sebanyak tiga kelurahan di Kota Surakarta yakni Mojosongo, Laweyan, dan Tegalharjo resmi mendeklarasikan diri sebagai “Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas”.

Bersama Yayasan KAKAK, Fakta Indonesia, PKK Kota Surakarta, dan pemuda penggerak, mereka resmi menjadi pelopor gerakan kesehatan masyarakat.

Deklarasi ini menjadi respons terhadap tingginya kasus penyakit tidak menular yang kini juga mengancam anak-anak.

Deklarasi yang berlangsung di salah satu kelurahan pada Jumat (19/9) ini berisi kesepakatan penting yang akan diterapkan oleh warga, antara lain, menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi. Selain itu mengurangi konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK), menghapus promosi MBDK di seluruh wilayah kampung. Serta mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan daerah terkait cukai MBDK.

Baca juga:  Sebut Bangunan SMA Tawangmangu Buruk, Ketua DPRD Minta Ganjar Tak Berhenti di Sidak

“Deklarasi ini adalah langkah kecil namun penting. Kami melibatkan banyak kader FKK (Forum Kesehatan Kelurahan) agar sosialisasi MBDK senantiasa bisa ditekankan,” ujar Doody, Ketua FKK Kelurahan Mojosongo.

Shoim dari Yayasan KAKAK menyatakan bahwa deklarasi ini adalah gerakan masyarakat yang peduli pada kesehatan anak. Ia menambahkan, riset menunjukkan bahwa MBDK sangat dekat dengan anak-anak dan sering difasilitasi oleh orang tua.

“Oleh karena itu, gerakan ini menjadi bagian dari dukungan masyarakat terhadap kebijakan yang berpihak pada kesehatan publik.” Ungkap Shoim.

Senada dengan itu, Ketua Fakta Indonesia, Ary Subagyo Wibowo, mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan fiskal berupa cukai MBDK dan kebijakan nonfiskal berupa label peringatan di depan kemasan.

Baca juga:  Pejabat PUPR Digembleng Bela Negara di Kandang Menjangan

“Produk dengan harga yang sangat terjangkau dan promosi yang menyesatkan tidak boleh terus dibiarkan,” tegasnya.

Ketua PKK Kota Surakarta, Venessa Winastesia, menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua agar dapat melindungi anak-anak dari bahaya MBDK. “Deklarasi kampung sehat tidak berhenti hari ini, tetapi menjadi gerakan sosial berkelanjutan, sejalan dengan visi Pemkot Solo,” katanya.

Inisiatif ini bukan yang pertama kali Sebelumnya, Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas telah dideklarasikan di Kota Bogor dan Kabupaten Bekasi. Kini, Surakarta menyusul, dengan harapan bisa menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia.

Dengan kesadaran kolektif dan komitmen bersama, warga percaya dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...