JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Kepolisian Resor (Polres) Sukoharjo melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Candi 2025 pada Jumat (19/12) di Lapangan Presisi Polres Sukoharjo. Apel ini menjadi pengecekan akhir kesiapan 659 personel gabungan dari berbagai unsur dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Apel gelar pasukan dihadiri oleh sekitar 400 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait, menunjukkan kuatnya sinergitas lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, serta jajaran Forkopimda, termasuk Kasdim 0726/Skh Mayor Inf Moch Aziz Yuli Anshori dan Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo Nurjayanto.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo, ditekankan bahwa Operasi Lilin 2025 harus mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai 119,5 juta orang secara nasional—meningkat 7,97% dari tahun sebelumnya.
“Momentum Nataru dimanfaatkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah, berkumpul bersama keluarga, serta berlibur, sehingga berdampak pada meningkatnya arus lalu lintas dan aktivitas di berbagai daerah,” ujarnya.
Tantangan utama Nataru tahun ini adalah faktor cuaca. Berdasarkan informasi BMKG, puncak musim hujan diprediksi berlangsung hingga Februari 2026, meningkatkan potensi bencana alam seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi.
“Pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan secara ekstra, mulai dari aspek pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan,” tegas Eko.
Polres Sukoharjo bersama seluruh stakeholder akan melaksanakan Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Untuk Sukoharjo, operasi ini melibatkan total 659 personel gabungan (392 Polri, 112 TNI, dan 155 instansi terkait).
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menyatakan bahwa persiapan telah matang, termasuk pembangunan posko. Polres Sukoharjo menyiapkan tiga Pos Pengamanan (Pospam) yang tersebar di lokasi utama: Proliman Sukoharjo Kota, Kawasan Solo Baru dan Wilayah Kartasura (dengan penyesuaian lokasi di depan tugu untuk representatif).
“Pospam sudah mulai dibangun dan ditargetkan selesai hari ini [19/12]. Besok akan kita cek langsung, bersamaan dengan dimulainya Operasi Nataru,” ungkap AKBP Anggaito.
Fokus pengamanan di Sukoharjo mencakup pengaturan arus mudik-balik, pengamanan kawasan wisata, pusat keramaian, permukiman, serta sterilisasi gereja dan lokasi perayaan malam pergantian tahun.
Dalam amanat penutup, ditegaskan bahwa keberhasilan pengamanan dan pelayanan Nataru adalah tanggung jawab bersama. Seluruh personel diminta memedomani Surat Keputusan Bersama terkait pembatasan angkutan barang dan rekayasa lalu lintas, serta menjaga soliditas dan sinergitas di lapangan.(dea/rit)



