JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Kepala Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Sukoharjo, mengumumkan capaian signifikan dalam pelaksanaan program ini.
Dilaporkan sebanyak 83 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sukoharjo telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dan 61 di antaranya sudah beroperasi.
Capaian ini dinilai sebagai prestasi luar biasa mengingat program ini baru berjalan kurang dari satu tahun.
“Alhamdulillah, sudah menyentuh 61 SPPG yang sudah beroperasi dan 83 yang sudah dapat SK untuk cover terhadap jumlah penerima manfaat dari Kabupaten Sukoharjo, optimistis Sukoharjo dapat mencapai target 100 persen dapur SPPG segera mungkin,” ujar Eko Sapto Purnomo, saat meresmikan SPPG Demakan 2 Mojolaban Sukoharjo, Jumat (8/1).
Eko Sapto menekankan bahwa kunci keberhasilan adalah ketaatan pada Rule of the Game atau Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami ingin yang paling utama adalah rule of the game. SOP dari BGN itu harus diikuti,” tegasnya.
Pemenuhan SOP ini penting untuk menjamin standar aman, sehat, bergizi, termasuk menyesuaikan selera penerima manfaat. SOP mencakup aspek dapur, SDM, peralatan, pengolahan limbah, hingga dampak lingkungan.
Ia menambahkan, sebagian besar masalah yang muncul di lapangan bersifat teknis dan dapat diselesaikan dengan segera melalui pengawasan Satgas yang bekerja sama dengan SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia), sehingga masalah tidak meluas.
Wakil Bupati menjelaskan bahwa proses penanganan masalah dan aspirasi masyarakat kini lebih mudah diakses melalui media sosial yang menghilangkan sekat komunikasi. Setiap masukan dari masyarakat akan direspons dan ditindaklanjuti.
Sementara itu, di Dapur SPPG Demakan 2 Mojolaban, Kepala SPPG Ichsan Muhammad Aji menginformasikan bahwa rencananya total penerima manfaat mencapai 2.300 anak. Namun, distribusi minggu pertama ditargetkan pada 1.200 anak di lima sekolah, termasuk MI, SD 81/82, SMP 3, dan SMA 1 Mojolaban, yang telah mulai beroperasi mulai Senin. (dea/rit)








