26 C
Semarang
Senin, 2 Februari 2026

Viral Remaja Sukoharjo Digigit Kobra Usai Buka Paket, Kunci Utama Penanganan Pertama

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Nasib nahas menimpa Sakinah (15), remaja asal Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Ia harus menjalani perawatan intensif hingga naik meja operasi di RSUD Ir Soekarno setelah digigit ular kobra. Kejadian yang sempat viral dengan narasi “ular dalam paket” ini akhirnya terungkap fakta sebenarnya.

Peristiwa bermula pada Senin (26/1) sore saat sebuah paket karpet tiba di rumah korban. Kakak korban, Devia Khaerunnisa, menceritakan bahwa adiknya digigit di lengan siku kiri saat hendak membereskan tumpukan sampah plastik bekas bungkus paket tersebut.

“Adik saya teriak kesakitan, perih, dan panas. Saat itu kami mengira ular keluar dari celah paket karpet yang baru datang,” ungkap Devia, Sabtu (31/1).

Namun, klaim “ular dalam paket” tersebut dipatahkan oleh komunitas pecinta ular, Exalos Indonesia. Setelah menjenguk korban pada Jumat (30/1), Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, menyimpulkan bahwa ular tersebut berasal dari lingkungan rumah, bukan dari dalam paket ekspedisi.

Baca juga:  Kapolres Karanganyar Pantau Langsung Vaksinasi Anak di MI Al Amin Gedong

“Ada jeda sekitar satu jam sejak paket dibuka hingga sampah plastik akan dibuang. Kemungkinan besar ular yang sudah ada di area rumah menyelinap ke tumpukan plastik dan tidak sengaja terjerat lakban di lantai. Korban digigit saat memegang plastik tersebut,” jelas Janu, pada awak media.

Hal yang paling disayangkan dalam kejadian ini adalah kesalahan fatal pada pertolongan pertama. Korban sempat dipijat oleh tetangga, lukanya dibasuh air panas, hingga lengannya diikat kuat (torniket).

Tindakan tersebut justru membuat racun bereaksi lebih hebat. Akibatnya, Sakinah harus menghabiskan 12 ampul antibisa dan menjalani operasi bedah kecil untuk membuang jaringan yang terkena racun. Biaya pengobatan pun membengkak hingga mencapai Rp20 juta.

“Penanganan yang salah seperti dipijat dan diikat justru memperparah kondisi. Seharusnya bagian tubuh yang digigit didiamkan total (imobilisasi),” tambah Janu.

Baca juga:  Istri KGPH Tedjowulan Awali Rangkaian Nyadran di Laweyan

Belajar dari kasus Sakinah, Exalos Indonesia membagikan tips pertolongan pertama yang tepat agar racun tidak cepat menyebar ke seluruh tubuh (fase sistemik), yakni, tetap Tenang, Jangan panik.

Aktivitas berlebih dan kontraksi otot akan mempercepat penyebaran bisa melalui kelenjar getah bening. Pasang Bidai (Imobilisasi) digunakan untuk memperlakukan luka seperti patah tulang. “Gunakan kayu atau benda keras untuk menyangga bagian tubuh yang tergigit agar tidak bergerak sama sekali,” katanya.

Langkah selanjutnya adalah segera ke Rumah Sakit, dan tidak menunda antibisa (SABU) dan observasi medis profesional.
“Dilarang keras mengikat, menghisap, menyayat luka, atau memberikan obat herbal yang belum teruji secara medis,” tegasnya.

Saat ini kondisi Sakinah dilaporkan telah membaik dan sudah diizinkan pulang. Pihak Exalos bersama BPBD Sukoharjo juga telah memberikan donasi untuk membantu meringankan biaya pengobatan korban. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...