31 C
Semarang
Sabtu, 14 Februari 2026

Umbul Mantram Grebeg Sudiro 2026 : Panjatkan Doa Setinggi Langit Melalui Akulturasi

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Kawasan Sudiroprajan kembali menjadi pusat perhatian dunia saat ratusan warga menggelar ritual khidmat Umbul Mantram, Kamis (5/2/2026). Prosesi ini menandai dimulainya rangkaian Grebeg Sudiro 2026 sekaligus menyongsong perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dengan semangat harmoni dan kerukunan etnis.

Umbul Mantram bukan sekadar kirab budaya, melainkan simbol “doa setinggi langit” warga Sudiroprajan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui gunungan tumpeng dan hasil bumi, mereka memohon keselamatan, keberkahan, serta kemakmuran bagi seluruh masyarakat Kota Bengawan.

Kirab diawali oleh barisan dari Padepokan Keris Brojobuwono yang membawa air suci dan puja mantram. Di belakangnya, barisan warga tampil memukau dengan perpaduan busana tradisional Jawa, busana Tionghoa, serta busana lintas keagamaan.

Ibu-ibu PKK turut meramaikan barisan dengan membawa tumpeng dan baki aneka makanan, yang ditutup dengan dua jodang berisi gunungan hasil bumi. Sejumlah tokoh penting turut serta berjalan dalam kirab, di antaranya Walikota Surakarta Respati Ardi, Wakil Walikota Astrid Widayani, Kepala BI Surakarta Dwijatno Cahyo Nugroho, hingga Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Agustin Peranginangin.

Baca juga:  33.043 Warga Boyolali Sudah Divaksin Corona

Walikota Solo, Respati Ardi, memberikan apresiasi tinggi terhadap akulturasi yang tercipta. Namun, ia menegaskan pentingnya evaluasi demi masa depan event ini.

“Ini contoh akulturasi yang luar biasa harmonis. Meski begitu, kekurangan minor akan kita rombak tahun depan agar kualitasnya meningkat sehingga bisa mengundang lebih banyak wisatawan internasional,” ujar Respati.

Sisi menarik tahun ini adalah kolaborasi antara KPw Bank Indonesia Surakarta dengan PT Netzme Kreasi Indonesia dalam mendigitalisasikan ratusan UMKM di sekitar Pasar Gede.

Kepala BI Surakarta, Dwijatno Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan menyandingkan budaya tradisional dengan metode pembayaran kekinian (QRIS). “Kami ingin masyarakat terbiasa dengan pembayaran digital yang aman dan mudah saat berinteraksi di event budaya,” tuturnya.

Baca juga:  Pejabat PUPR Digembleng Bela Negara di Kandang Menjangan

Pribadie Utomo, Head of Central Java PT Netzme Kreasi Indonesia, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan berbagai stimulus. Ada kompetisi frekuensi transaksi bagi UMKM dengan total hadiah belasan juta rupiah, serta hadiah fisik seperti kulkas, TV, dan smartphone bagi pembeli pengguna QRIS terbanyak.

“Saat ini sudah ada 76 UMKM yang aktif dari potensi 300-an di kawasan Pasar Gede. Netzme berkomitmen terus mendukung perkembangan ekonomi digital di Solo, khususnya bagi para pelaku UMKM,” tegas Pribadie.

Rangkaian acara Grebeg Sudiro yang berhias 5.000 lampion ini di antaranya Kirab Budaya pada Minggu (15/2) karnaval ini akan melibatkan delegasi seni dari 11 negara, pementasan kolosal Sendratari ‘Sudiroprajan Ngumandang’. Wisata Perahu Hias di Kali Pepe. Sementara itu, Bazar UMKM dan pertunjukan seni akan dipusatkan di halaman Balai Kota Solo pada 10-16 Februari mendatang.(dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...