24 C
Semarang
Selasa, 10 Februari 2026

LDA Keraton Solo Peringati 100 Hari Wafatnya PB XIII

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar peringatan 100 hari wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII, Senin (9/2). Acara yang berlangsung khusyuk di Sasana Handrawina tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga dan kerabat untuk mempertegas arah suksesi kepemimpinan di Keraton Solo.

Nuansa sakral menyelimuti prosesi “Nyatus” (Peringatan 100 hari) ini, di mana para kerabat dan abdi dalem tampak mengenakan busana berwarna putih bersih sebagai simbol doa bagi mendiang raja.

Ketua LDA Keraton Solo, GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), menjelaskan bahwa peringatan ini digelar tepat pada hari ke-100 sesuai perhitungan kalender Jawa.

“Hari ini tepat 100 hari. Saya minta dilaksanakan siang hari agar tidak lewat waktu, karena menurut hitungan Jawa, selepas pukul 15.00 WIB sudah berganti hari,” jelas Gusti Moeng.

Baca juga:  Ponpes Assalam Tebar 48 Hewan Qurban di Empat Wilayah Binaan

Di sela peringatan tersebut, Gusti Moeng secara tegas menyampaikan bahwa berdasarkan paugeran (aturan adat), penerus takhta Trah Mataram Islam adalah putra laki-laki tertua almarhum PB XIII, yakni KGPH Hangabehi (BRM Suryo Suharto).

Penegasan ini, menurut Gusti Moeng, sudah disepakati oleh para sentana dan abdi dalem sejak November tahun lalu. Keputusan ini diambil mengingat mendiang PB XIII tidak memiliki permaisuri yang memenuhi syarat adat tertentu.

“Syarat menjadi permaisuri itu jelas; pertama harus perawan, kedua menyandang nama Bhayangkare, dan merupakan keturunan ke-4 dari raja atau sultan yang bertahta. Karena syarat ini tidak terpenuhi, maka putra laki-laki tertua yang berhak,” tegasnya.

Terkait kapan upacara Jumenengan (pelantikan) PB XIV akan dilaksanakan, Gusti Moeng menekankan bahwa proses tersebut tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Diperlukan musyawarah besar dan persiapan spiritual maupun teknis yang matang.

Baca juga:  Dukung Percepatan Vaksin BIN Kebut 2.000 Dosis di Sukoharjo

“Jumenengan itu berat, syaratnya harus disiapkan jauh-jauh hari. Tidak bisa setelah wafat langsung berjalan begitu saja. Yang utama adalah rembug atau kesepakatan seluruh sentana dalem dan abdi dalem,” Pungkasnya.

Seperti diketahui Sri Susuhunan Pakubuwono XIII sebelumnya wafat pada 2 November 2025 dan telah dimakamkan di kompleks pemakaman Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul. Melalui peringatan 100 hari ini, LDA berharap stabilitas adat Keraton Solo tetap terjaga di tengah proses transisi kepemimpinan. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...