JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Pencarian tidak kenal lelah relawan gabungan bersama Wanadri Bandung dalam proses mandiri terhadap survivor asal Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Yasid Ahmad Firdaus, yang dinyatakan hilang di kawasan Bukit Mongrang, Gunung Lawu akhirnya menemui titik terang.
Setelah 24 hari dinyatakan hilang terhitung dari hari Minggu itu, Jasad Yasid ditemukan di aliran sungai lereng selatan Mongkrang, Selasa (10/2/2026) pagi. Mendapatkan informasi tersebut, Bupati Karanganyar, Rober Christanto, Wabup, Adhe Eliana, Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti cek langsung ke bukit Mitis.
Informasi penemuan jasad pertama kali disampaikan melalui relay radio relawan gabungan menggunakan kode atau sandi lapangan “botol kosong”, yang dalam komunikasi pencarian berarti temuan jasad manusia. Laporan tersebut menyampaikan jasad Yasid ditemukan pada pukul 08.54 WIB dengan titik koordinat 07°41’00” LS dan 111°10’30” BT.
Penggunaan sandi tersebut menjadi penanda awal bagi tim di lapangan untuk segera melakukan analisa lokasi serta penentuan jalur evakuasi terdekat. Lokasi temuan berada di jalur ekstrem yang dikenal relawan sebagai kawasan Mitis, sekaligus menyulitkan akses evakuasi.
Tidak lama setelah sandi disampaikan, relawan memastikan jasad korban berada di aliran sungai di lereng selatan Bukit Mongkrang, dengan jarak yang cukup jauh dari Basecamp Mongkrang. Medan berupa sungai berbatu, tebing curam, dan vegetasi rapat membuat proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, membenarkan penemuan jasad tersebut. Ia menyebut jasad ditemukan bersama relawan gabungan dalam kondisi relatif utuh.
“Benar, tadi pagi ditemukan bersama teman-teman relawan. Lokasinya di sungai, wilayahnya masuk daerah Mitis. Ditemukan sekitar jam delapan,” ujar Hendro.
Dari hasil identifikasi awal, jasad tersebut diyakini kuat merupakan Yasid Ahmad Firdaus. Pakaian yang dikenakan masih sesuai dengan ciri-ciri survivor yang dilaporkan hilang.
“Alhamdulillah jasadnya masih utuh. Dari pakaian masih sama. Ditemukan juga sepatu dan kaos kaki di sekitar lokasi,” jelasnya.
Proses evakuasi dilakukan secara manual oleh relawan gabungan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan. Setelah berhasil dievakuasi ke titik aman, jenazah rencananya akan dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Karanganyar untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga. Rencana jenazah dibawa ke RSUD. Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati,” tandas Hendro. (yas/rit)






