27 C
Semarang
Kamis, 12 Februari 2026

DPRD Karanganyar Peringati HUT 75 dengan Baksos dan Pengobatan Gratis

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – DPRD Karanganyar menggelar peringatan HUT ke-75 dengan bakti sosial dan pengobatan gratis. Tak ada acara besar seperti biasanya, kesederhanaan itu sebagai wujud turut prihatin kondisi ekonomi yang sedang sulit.

Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo menjelaskan, meski peringatan kali ini sederhana, momentum HUT ke-75 DPRD Karanganyar ini menjadi spirit untuk semakin mempererat sinergi semua pihak. Dengan tema besar yang mengusung semangat pengabdian, Bagus Selo mengingatkan jajarannya untuk senantiasa hadir di tengah rakyat.

“Di sinilah kami berdiri, mengabdi, dan bersinergi. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan aspirasi rakyat yang beragam,” katanya.

Bagus Selo mengingatkan agar seluruh pihak berhati-hati dalam menjalankan tugas di lapangan, namun tidak mengurangi esensi pelayanan publik. Ia juga mengajak seluruh anggota DPRD Karanganyar berkomitmen terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat.

“75 tahun adalah bukti perjalanan panjang. Ke depan, tantangan makin besar, namun dengan hati yang bersih dan semangat pantang menyerah, kita yakin Karanganyar akan semakin maju,” tegasnya.

Ditambahkan, Ketua Komisi A DPRD Karanganyar, Toni Hatmoko, di tengah kondisi ekonomi global yang sulit, inflasi dalam negeri yang terus naik, daya beli masyarakat yang terus turun, kemampuan ekonomi masyarakat yang juga cenderung turun, maka di tahun ini DPRD tidak memeriahkan hari jadinya dengan seremonial-seremonial yang besar.

Baca juga:  PPKM Darurat, Intensitas jalan di Solo Menurun

“Biasanya kan ada kegiatan-kegiatan olahraga ini ditiadakan, diganti dengan kegiatan bakti sosial sebagai wujud keprihatinan kita sebagai wakil rakyat untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang kekurangan,” ujarnya.

Selain bakti sosial, juga dilakukan pengobatan gratis dilaksanakan di Desa Dayu, Gondangrejo, bertempat di Museum Situs Dayu.

Di Dayu, Toni Harmoko mengaku bisa melihat sejarah panjang peradaban kehidupan manusia di Jawa. Karena menurut penelitian arkeolog dan diakui oleh para peneliti internasional bahwa salah satu manusia tertua itu ada di Dayu dan Sangiran, yaitu Megatropus, yang hidup sekitar 1,8 sampai 2 juta tahun yang lalu.

“Dari peradaban yang cukup panjang kita belajar, sekaligus kita berbagi dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat agar saudara kita bisa merasakan sebuah kebahagiaan bersama dalam rangka HUT DPRD ini,” ungkapnya.

Menurut Toni, pemilihan lokasi di Dayu ini bukan tanpa arti. Karena kondisi lingkungan di Dayu, sebagaimana wilayah Gondangrejo sebelah utara itu kondisi ekonomi memang masih kurang, tidak seperti di daerah-daerah perkotaan.

Baca juga:  Kisah Rumah Supriyanto jadi Pusat Belajar dan Bermain Warga

Sedangkan, mata pencarian penduduk di sana juga masih serabutan. Sekaligus kondisi pelayanan kesehatan belum bisa dirasakan secara menyeluruh, dan menjangkau sampai ke masyarakat yang paling dalam.

“Ini perlu kita sentuh sebagai bagian dari kegiatan hari jadi ini agar saudara-saudara kita itu bisa ikut merasakan kebahagiaan,” ujarnya.

Toni secara pribadi juga belajar banyak di Museum Dayu terkait dengan perjalanan sejarah panjang yang ada di Pulau Jawa ini. Dia sempat bertukar wawasan di Museum Dayu terkait dengan perjalanan peradaban manusia yang ada di sekitaran Sungai Bengawan Solo, Sangiran, Dayu, dan sekitarnya. Menurutnya, itu merupakan potensi besar yang harus bisa diambil pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mengembangkan sektor pariwisata.

“Dari dulu belum banyak tersentuh padahal bisa dijadikan sebagai wisata edukasi untuk adik-adik kita. Sehingga bisa tahu kebudayaan-kebudayaan yang dulu lahir dari jauh dari masa mungkin jutaan tahun sebelum Masehi,” urainya. (yas/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...