29 C
Semarang
Minggu, 15 Februari 2026

Sambal Tumpang Sragen Pecahkan Rekor MURI Kelas Dunia

JATENGPOS. CO. ID, SRAGEN – Ribuan warga memadati sepanjang jalan komplek perkantoran Pemkab Sragen dalam pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kategori 10.000 sajian sambal tumpang dengan peserta terbanyak, Minggu (15/2).

​Suasana semakin meriah dengan kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji.

Wihaji mengaku pulang kampung kali ini terasa spesial. Didampingi istri, ia bahkan didapuk untuk unjuk kebolehan memasak sambal tumpang di hadapan publik.

​”Saya ke sini mau menikmati makan sambal tumpang. Saya diminta masak, didampingi istri saya, tapi sebenarnya saya lebih ingin ngobrol santai dengan warga,” ujar Wihaji sembari memanggil peserta masak Sambal Tumpang dari berbagai daerah di Sragen dan menjanjikan hadiah bagi peserta.

​Wihaji menekankan bahwa festival ini memiliki nilai strategis, terutama dalam membangun ekonomi kerakyatan dan mempererat hubungan keluarga di tengah gempuran teknologi. Ia mengenang dulu biasa mengkonsumsi Sambel Tumpang dimakan bersama Puli atau Gendar.

“Acara seperti ini penting, minimal warga tidak pegang HP terus. Masak bareng, makan bareng keluarga. Membangun keluarga itu dimulai dari hal terkecil, salah satunya lewat ngobrol saat masak Sambal Tumpang,” terang Wihaji.

Baca juga:  Kasus Covid19 di Bulu Sukoharjo Meningkat Diduga Dari Perantau

​Meski dikenal sebagai makanan basah yang cepat basi, masa depan sambal tumpang Sragen kini diproyeksikan lebih modern. Wihaji mengaku terkesan dengan munculnya inovasi sambal tumpang kemasan kaleng yang ia temui di lokasi.

“Saya terkesan tadi ada Sambal Tumpang yang bisa diawetkan seperti Sarden itu. Ini sangat cocok untuk oleh-oleh khas Sragen,” ungkap Mentri kelahiran Plupuh, Sragen ini.

​Pengusaha kuliner kenamaan, Puspo Wardoyo yang juga salah satu juri Festival Sambal Tumpang Nusantara ini mengungkapkan bahwa, sambal tumpang Sragen memiliki karakter unik karena penggunaan tempe yang lebih proporsional dibanding daerah lain seperti Boyolali. Ia menilai Sambel Tumpang Boyolali terlalu banyak tempenya. Jadi aroma dan rasanya terlalu menyengat. Sedangkan, Sambel Tumpang Sragen ini perpaduanya proporsional jadi rasanya halus, enak.

​”Sambel Tumpang ini juga sangat cocok buat oleh-oleh. Kalau dibawa ke saya, bisa diolah agar awet hingga 2 tahun,” tegas Puspo.

Baca juga:  Peringati Tragedi Kudatuli, Bagus Selo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kesolidan Partai

Dia menekankan bahwa Pemkab Sragen tidak boleh berhenti pada rekor MURI semata, tetapi harus berkomitmen menyediakan tempat khusus agar kuliner ini tetap lestari dan naik kelas menjadi oleh-oleh premium dengan sentuhan teknologi pengemasan. Dengan pecahnya rekor hari ini, Sambal Tumpang kini naik kelas.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas mengaku senang, Sambal Tumpang di Seragen memecahkan rekor MURI kelas dunia untuk kategori peserta dan makan bersama Sambal Tumpang terbanyak, mencapai 10 ribu Sambal Tumpang yang dibagikan.

“Ini sebuah kebanggan bagi kita dan sekaligus mengungkuhkan Sragen sebagai punjer Sambal Tumpang, punjer kuliner Sambal Tumpang. Jadi kalau ke Sragen, jangan lupa untuk makan sambal tumpang, kuliner yang membanggakan bersama keluarga,” ujar Bupati Sigit Pamungkas.

Ditanya wartawan apakah akan ada peraturan yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lainnya untuk sarapan Sambal Tumpang. Bupati Sigit menegaskan bahwa budaya sarapan Sambal Tumpang sudah jadi kebiasaan warga Sragen.

“Itu sebenarnya sudah jadi kebiasaan, sudah tidak perlu diwajibkan, sudah menjadi habit dari masyarakat Sragen,” tandasnya. (yas/jan)



TERKINI

Rekomendasi

...