26 C
Semarang
Rabu, 18 Februari 2026

Polisi Bongkar Makam Santri, Selidiki Kejanggalan Penyebab Kematian

JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI – Misteri kematian seorang santri berusia 11 tahun di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, mulai memasuki babak baru. Guna mengungkap penyebab pasti kematian yang dinilai janggal oleh pihak keluarga, jajaran Polres Wonogiri melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) terhadap jenazah korban, Selasa (17/2).

Korban berinisial sebelumnya dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (14/2). Meskipun sempat dimakamkan pada Sabtu malam, pihak keluarga akhirnya melapor ke polisi setelah ayah korban yang baru tiba dari perantauan mendapati informasi adanya ketidakwajaran pada kondisi jenazah.

Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, menjelaskan bahwa laporan resmi diterima pada Minggu (15/2). Keluarga mencurigai adanya kejanggalan karena jenazah korban dikabarkan sempat mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, bahkan ditemukan bercak darah pada peti jenazah sebelum prosesi pemakaman.

Baca juga:  Atlet Paralimpiade Terima Ucapan Khusus dari Gubernur Jateng dan Menpora RI Usai Wisuda S2

“Keluarga merasa ada hal yang perlu dipastikan secara hukum. Karena itu, kami menindaklanjuti laporan tersebut secara serius melalui penyelidikan intensif guna memastikan penyebab kematian berdasarkan fakta,” ujar AKP Anom Prabowo.

Proses ekshumasi berlangsung di mulai pukul 13.30 WIB. Langkah medis ini melibatkan Tim Inafis Polda Jateng, Tim Inafis Polres Wonogiri, serta tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Polda Jateng yang dipimpin oleh dr. Dian Novitasari.

Selama hampir tiga jam, tim ahli melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah korban. Seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir pada pukul 16.00 WIB tersebut dilaporkan berjalan aman tanpa adanya penolakan dari warga maupun pihak keluarga.

Terkait hasil pemeriksaan forensik, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penyelidikan kini difokuskan pada pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi-saksi di lingkungan pondok pesantren tempat korban menimba ilmu.

Baca juga:  Partai Golkar dan PDIP Karanganyar Bertemu, Silaturahmi Bukan Tanda Koalisi

“Kami pastikan penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan transparan. Ekshumasi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mengungkap kebenaran secara ilmiah dan objektif. Kami imbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian,” tegas AKP Anom.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Wonogiri masih menunggu hasil resmi dari tim dokter forensik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya dalam perkara ini. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...