28 C
Semarang
Minggu, 1 Maret 2026

Setahun Pailit Sritex, Eks Buruh Kejar Kurator Kepastian Pesangon

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Setahun pasca-gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang mengguncang raksasa tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), puluhan eks pekerja kembali turun ke jalan. Mereka menggelar aksi damai di depan gerbang bekas pabrik di Jalan Samanhudi, Sukoharjo, Sabtu (28/2) sore.

Di bawah guyuran hujan menjelang waktu berbuka puasa, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Satu Tahun Sritex Tumbang, Satu Tahun Hak Tak Kunjung Datang”. Aksi yang berlangsung khidmat ini diisi dengan orasi, pembacaan puisi, hingga doa bersama sebagai pengingat perjuangan mereka yang belum usai.

Koordinator aksi, Agus Wicaksono, menegaskan bahwa momen ini merupakan penanda satu tahun para buruh kehilangan mata pencaharian sekaligus menanti kepastian hak pesangon dari kurator.

“Hari ini satu tahun kami menjalani PHK. Ini pengingat bahwa kami pernah bekerja di dalam pabrik itu, dan sekarang kami masih menunggu hak kami,” ujar Agus di sela-sela aksi.

Baca juga:  Sarana Penyegaran, Polres Sukoharjo Mutasi Delapan Pejabat

Kekecewaan massa memuncak lantaran proses lelang aset perusahaan yang dinilai berjalan sangat lamban. Menurut Agus, dari sekitar 72 unit kendaraan roda empat yang telah dilelang dalam dua tahap, hasilnya jauh dari harapan dan tidak signifikan untuk menutupi kewajiban pesangon.

“Lelang pertama hanya laku lima unit, lelang kedua enam unit. Itu sangat mengecewakan kami,” tegasnya.

Para eks pekerja kini mendesak kurator untuk lebih progresif pada lelang ketiga. Mereka menuntut agar tidak hanya kendaraan yang dijual, melainkan seluruh aset pailit lainnya agar hasil yang didapat maksimal dan segera didistribusikan kepada para buruh.

Selain menuntut pembayaran, massa juga menagih transparansi informasi dari pihak kurator mengenai progres pemberesan harta pailit. Ketidakpastian selama setahun terakhir dianggap telah sangat membebani ekonomi keluarga para eks pekerja.

Baca juga:  Satpol PP Surakarta Siap Tindak Pedagang Bandel

“Kami mengingatkan kurator, segeralah bayar hak kami. Kami butuh kejelasan dan keterbukaan. Sudah satu tahun kami menunggu dalam ketidakpastian,” pungkas Agus.
Aksi eks buruh Sritex mendapat pengawalan ketat dari Polres Sukoharjo. Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, memimpin langsung jalannya pengamanan kegiatan.

Meskipun hujan deras mengguyur lokasi sejak pukul 16.00 WIB, aparat kepolisian tetap bersiaga memastikan aksi sekitar 50 eks karyawan tersebut berjalan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas.

​Di sela-sela pengamanan, Kapolres menunjukkan sisi humanisnya dengan menyapa dan berbagi kepada para pedagang UMKM yang tetap bertahan berjualan di depan gedung eks pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...