30 C
Semarang
Kamis, 5 Maret 2026

Umuka dan Polda Jateng Jalin Sinergi Akademik

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Sinergi di bidang akademik antara Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka) dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah resmi dijalin.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Auditorium UMUKA, Rabu (4/3) ini menandai penguatan sinergi antara institusi penegak hukum dan dunia akademik di Jawa Tengah. Hal ini mencakup peningkatan jenjang pendidikan bagi personel Polri ke strata S1 Hukum serta pembentukan Pusat Studi Kepolisian.

Karo SDM Polda Jateng, Kombes Pol. Dr. Noviana Tursanurohmad, S.I.K., menyatakan bahwa pembentukan Pusat Studi Kepolisian di kampus bukan sekadar formalitas. Wadah ini dirancang untuk menjadi kajian akademik guna memecahkan berbagai problematika sosial.

“Pusat Studi Kepolisian ini akan menjadi wadah riset untuk mencari solusi atas permasalahan di masyarakat. Kami ingin memastikan setiap kebijakan Polri, dari tingkat Polsek hingga Mabes, didasari oleh kajian ilmiah yang kuat sehingga meminimalisir pro dan kontra,” ujar Kombes Pol. Noviana.

Baca juga:  Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pedagang Pasar

Ia juga mengklarifikasi bahwa pusat studi ini tidak akan mencampuri urusan reorganisasi internal Polri, melainkan fokus pada isu strategis seperti keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), teknologi kepolisian, kejahatan siber, korupsi, hingga penanggulangan terorisme.

Sementara, Rektor UMUKA, Dr. Muh Samsuri, S.E., M.M., menyambut antusias kolaborasi ini. Menurutnya, UMUKA memiliki mandat besar dalam bidang pendidikan dan penelitian yang sangat relevan dengan kebutuhan Polri saat ini.

“Kami menawarkan program bagi anggota polisi yang belum S1 untuk menempuh studi di sini. Namun lebih dari itu, kami juga membutuhkan dosen praktisi dari kepolisian untuk mengajar mahasiswa kami. Ini adalah pertukaran ilmu yang sangat penting bagi perguruan tinggi,” jelas Dr. Samsuri.

Baca juga:  Bandara Adi Soemarmo Hadirkan Layanan GeNose C19 Akhir April

Prof Samsuri menambahkan bahwa pendekatan hukum saja tidak cukup untuk menangani masalah masyarakat yang semakin kompleks. Dibutuhkan pendekatan sosiologis dan humanis yang dapat dikembangkan melalui sinergi kampus dan kepolisian.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 8 Perguruan Tinggi (4 Negeri dan 4 Swasta) di Jawa Tengah yang telah menandatangani nota kesepahaman serupa. Momentum ini akan terus berlanjut dengan rencana launching kerja sama dengan 4 universitas tambahan yang dijadwalkan akan diresmikan oleh Wakapolri, Kamis (5/3).

Melalui kemitraan berbasis riset ini, diharapkan lahir polisi-polisi sipil yang lebih humanis dan demokratis, sekaligus menjadikan Pusat Studi Kepolisian di UMUKA sebagai model nasional bagi kolaborasi institusi pendidikan dan kepolisian di masa depan. (yas/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...