28 C
Semarang
Selasa, 10 Maret 2026

Waspada Penggunaan Earphone, Siswa SMP 5 Surakarta Lakukan Cek Kesehatan Pendengaran


JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Ikut berkontribusi dalam upaya mempersiapkan generasi muda sehat, Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (Perhati-KL) cabang Solo menggelar aksi sosial di SMPN 5 Surakarta, Senin (9/3).

Dalam rangka memperingati World Hearing Day (Hari Pendengaran Sedunia) 2026, kegiatan ini mengangkat tema global “Dari Komunitas Ke Ruang Kelas: Kesehatan Telinga dan Pendengaran Untuk Seluruh Anak”, kegiatan ini bertujuan mendeteksi dini gangguan pendengaran pada generasi muda.

Ketua Perhati-KL Solo, Dr dr Hadi Sudrajat, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi secara serentak di seluruh Indonesia. Di Solo sendiri, program ini menyasar tiga jenjang sekolah berbeda, yakni SMPN 5 Surakarta (Senin), MI Al Islam (Selasa), dan SMAN 9 Surakarta (Kamis).

Tahun ini, pemeriksaan dilakukan menggunakan teknologi terbaru berupa aplikasi Screening Edge (Skrining H) yang dikembangkan oleh Universitas Padjadjaran. Aplikasi ini memungkinkan deteksi gangguan pendengaran hanya dengan perangkat sederhana seperti smartphone atau laptop.

Baca juga:  Sejak Pembukaan CPNS Kantor Pos Solo Kebanjiran Pembeli e-Meterai, Kini Boleh Materai Tempel

“Target kami adalah minimal 200 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Hari ini di SMPN 5 ada sekitar 100 siswa yang diperiksa. Selain skrining, kami juga melakukan penyuluhan dan pembersihan kotoran telinga langsung oleh ahlinya,” ujar Hadi Sudrajat.

Dalam sesi edukasi, Dr. dr. Novi Primadewi, Sp.T.H.T.B.K.L, Subsp. NO.(K), M.Kes, mengungkapkan tiga faktor utama pemicu gangguan pendengaran pada anak sekolah: Infeksi Telinga: Seperti congekan atau peradangan telinga tengah. Serumen (Kotoran Telinga): Penyumbatan yang tidak dibersihkan secara rutin. Dan Kebisingan Digital (Noise-Induced Hearing Loss): Penggunaan earphone atau gawai dalam durasi lama dengan volume keras.

“Ini yang butuh perhatian khusus sekarang. Anak-anak sering asyik main game online atau dengerin musik pakai headset terlalu keras. Jika saraf pendengaran sudah rusak, itu tidak bisa diobati, hanya bisa direhabilitasi. Maka edukasi cara aman menggunakan gawai sangat penting,” jelas dr. Novi.

Baca juga:  HUT ke 72 SMAN 4 Surakarta, Gelar Kegiatan Kolaborasi Siswa, Guru dan Alumni di Kali Pepe Land

Kegiatan yang melibatkan sepuluh dokter spesialis dan tim Puskesmas Sibela ini disambut antusias oleh para siswa. Nindy, siswi kelas 7D SMPN 5 Surakarta, mengaku senang bisa memeriksakan kondisi telinganya secara cuma-cuma.

“Senang karena jadi tahu masalah telinga yang sebelumnya kita nggak sadar. Tadi juga dijelaskan kalau suara game online yang terlalu bising itu bahaya buat telinga. Ini pengalaman pertama buat saya,” ungkap Nindy.

Melalui aksi ini, diharapkan angka gangguan pendengaran pada anak di Kota Solo dapat ditekan melalui deteksi dini, sehingga proses belajar mengajar di ruang kelas tidak terganggu oleh kendala komunikasi. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...