29 C
Semarang
Jumat, 13 Maret 2026

873.646 PBP Soloraya Terima Bantuan Beras dan Minyak Bulog


JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta resmi memulai penyaluran perdana Bantuan Pangan alokasi Februari dan Maret 2026. Peluncuran program ini dilaksanakan di Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Rabu (11/3).

Penyaluran kali ini dilakukan sekaligus untuk dua bulan alokasi guna meringankan beban masyarakat menjelang libur Idul fitri. Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan total 20 kg beras medium dan 4 liter Minyakita.

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, menjelaskan bahwa data penerima tahun ini merujuk pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Badan Pangan Nasional. Tercatat, jumlah penerima di Solo Raya tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan menjadi 873.646 PBP, melonjak dari 481.588 PBP pada tahun sebelumnya.

“Khusus di Kelurahan Kratonan hari ini, ada 446 PBP yang menerima bantuan. Untuk total Kota Surakarta, kami menyalurkan kepada 55.768 PBP. Angka ini naik hampir dua kali lipat dibanding tahun 2025 yang hanya sekitar 37 ribu penerima,” ujar Nanang di sela peninjauan distribusi.

Baca juga:  Karanganyar dan Wonogiri Berembug Batas Wilayah

Setelah Surakarta, penyaluran serupa akan dilakukan secara serentak di kabupaten lain seperti Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen.

Bulog memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman dan mencukupi. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Surakarta mencapai 69,9 juta kg, sementara stok Minyakita tercatat sebanyak 654 ribu liter dan akan terus bertambah seiring masuknya kiriman 4 juta liter lagi hingga akhir tahun.

Nanang menghimbau agar masyarakat Solo Raya tidak perlu panik menghadapi dinamika harga pangan saat ini. Apalagi, saat ini wilayah binaan BULOG Surakarta sedang memasuki puncak musim panen.

“Kami siap menjaga harga di dua sisi, melakukan penyerapan gabah di tingkat petani (produsen) dan menyalurkan bantuan pangan serta SPHP di tingkat konsumen. Stok sangat terjaga hingga akhir tahun,” tegasnya.

Baca juga:  DPRD Sragen Sidak Kelangkaan Minyak Goreng, Begini Faktanya di Lapangan

Bantuan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh warga, salah satunya Siti Komsiyah (62). Warga Kratonan yang kini tidak lagi bisa berjualan kacang goreng karena sakit kaki ini mengaku sangat bersyukur.

“Senang sekali dapat bantuan beras rutin dari pemerintah. Sangat membantu karena sekarang saya sudah tidak bisa bekerja lagi. Terima kasih,” tuturnya haru.

Program ini diharapkan dapat menekan laju inflasi dan memastikan masyarakat kelompok rentan (Desil 1 hingga Desil 4) dapat merayakan Lebaran dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok. (dea/rit)



TERKINI


Rekomendasi

...