JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Di tengah pesatnya transformasi digital, para pendidik Muhammadiyah di Kabupaten Boyolali menegaskan komitmennya untuk menguasai teknologi mutakhir sebagai instrumen utama dalam mencetak generasi berprestasi di kancah nasional.
Komitmen ini menjadi ruh utama dalam Halal bihalal akbar 1.600 guru, kepala sekolah, dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Boyolali yang digelar di Resto Semar, Boyolali, Senin (30/3/2026).
Langkah strategis ini diambil guna menjawab tantangan pendidikan kekinian, di mana adopsi teknologi seperti Kecerdasan Artifisial (AI) dan literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi guru Muhammadiyah untuk mempertahankan marwah pendidikan yang berkemajuan.
Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Boyolali, Pujiono, menekankan bahwa pengokohan barisan pendidik kali ini difokuskan pada peningkatan profesionalisme di era disrupsi. Menurutnya, ukhuwah yang kuat antar-guru harus menjadi fondasi untuk saling berbagi inovasi teknologi pembelajaran.
“Tujuan kita adalah membangkitkan semangat kolektif. Guru Muhammadiyah tidak boleh gagap teknologi. Justru teknologi harus kita jadikan alat untuk mempercepat capaian prestasi siswa-siswi kita agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Pujiono.
Acara dihadiri Ketua PDM Boyolali Ali Muhson, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Boyolali Drs. Kamtar, serta Kepala Kesbangpol, Bambang Susanto, yang hadir mewakili Bupati.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan prestasi siswi Muhammadiyah dari Boyolali, yakni Dea Hafidzah Saputra, siswi SD Muhammadiyah PK Ampel, meraih Medali emas OlympicAD tingkat Nasional cabang kaligrafi dan Abida dari SMP Muduboy prestasi dalam cabang lomba MHQ Musabaqoh Hifdzil Quran.
Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Kepala Kesbangpol, Bambang Susanto, yang hadir mewakili Bupati, memberikan apresiasi tinggi terhadap visi besar Muhammadiyah.
Ia menilai, keberhasilan dua siswi Muhammadiyah Boyolali yang baru saja mengukir prestasi nasional merupakan bukti nyata bahwa adaptasi teknologi yang dibarengi penguatan karakter membuahkan hasil manis.
“Pemerintah mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam mencerdaskan bangsa. Penting bagi para guru untuk terus meningkatkan profesionalisme dan sinergi. Inovasi pendidikan yang dilakukan lembaga Muhammadiyah terbukti mampu mempersiapkan anak-anak kita berprestasi di tingkat nasional,” ujar Bambang dalam sambutan Bupati.
Melalui forum silaturahmi ini, FGM Boyolali mengajak seluruh anggotanya untuk tidak hanya fokus pada kurikulum formal, tetapi juga pada pengembangan soft skills berbasis teknologi. Sinergi antara guru, staf, dan ustadz di lingkungan Muhammadiyah diharapkan mampu menciptakan ekosistem sekolah digital yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah.
Dengan penguasaan teknologi yang mumpuni, guru Muhammadiyah Boyolali optimis dapat terus melahirkan talenta-talenta muda unggulan yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui jalur prestasi yang inovatif dan kompetitif. (dea/rit)















