28.9 C
Semarang
Senin, 6 April 2026

Calon Jamaah Haji Sragen juga Didorong Vaksin Influenza




JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Ribuan calon jamaah haji Kabupaten Sragen melakukan vaksin meningitis dan influenza di RSUD Sragen, Senin (6/4). Meski tak wajib seperti vaksin polio, covid, dan meningitis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen mendorong vaksin influenza agar jamaah haji terhindar dari influenza sebagai antisipasi saat merebak.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Sragen, dr. Sri Subekti menjelaskan, saat ini persiapan memasuki tahap 2 untuk cek kesehatan, yakni pemeriksaan calon haji, tanggal 6 sampai 9 April 2025.

“Kita melakukan pemeriksaan tahap baku setelah di puskesmas kemarin, dinyatakan istirahat, dilakukan pelunasan, dan itu kalau ada penyakit yang disertai atau diderita oleh calon jemaah haji, dilakukan rujukan ke rumah sakit, dan hasil rujukan itu kita kelola, dan ini untuk pemeriksaan tahap 2 nanti juga ada pemeriksaan ulang,” ungkap dr. Sri Subekti.

Sehingga calon jemaah haji Kabupaten Seragen nanti diharapkan lolos dan berangkat sampai Bandara Asrama Haji Donaudan, dan tidak dikembalikan lagi. Dan di pemeriksaan tahap 2 ini juga dilakukan vaksinasi, meliputi vaksin meningitis dan influenza, yang wajib untuk calon jemaah haji sesuai dengan surat dari Kerajaan Arab Saudi, calon jemaah haji Indonesia itu wajib melakukan vaksin meningitis, vaksin polio, dan vaksin covid.


Baca juga:  KAI Ingatkan Masyarakat Tidak Lakukan Vandalisme di Sepanjang Rel Kereta Api

“Untuk vaksin influenza sebenarnya tidak diwajibkan, tapi kami menganjurkan untuk melakukan vaksin influenza, diharapkan nanti calon jemaah haji atau jemaah haji Kabupaten Seragen, bila menderita penyakit influenza tidak parah,” ujarnya.

Pemeriksaan tahap 2 ini mulai tanggal 6 ini sampai tanggal 9 April tahun 2026. Tahap 1 sudah kami lakukan November kemarin tahun 2025. Kalau tahap 1 belum dilakukan vaksin, karena tahap 1 itu untuk menentukan calon jemaah hajinya istithaah atau tidak istithaah.

Istithaah baru pembayaran atau pelunasan. Kalau yang tidak istithoah otomatis kan tidak pelunasan. Untuk vaksin polio sama covid rata-rata sudah dilakukan, pihaknya sudah melakukan pengecekan itu, hasilnya calon jemaah haji Kabupaten Seragen sudah lengkap.

Kemudian untuk vaksin polio ini minimal 14 hari sebelum berangkat itu sudah divaksin polio. Saat ini yang belum dilakukan vaksin dilakukan vaksin polio, meningitis dan influenza.

Baca juga:  Bandara Adi Soemarmo Hadirkan Layanan GeNose C19 Akhir April

Menurutnya, calon jemaah haji yang sudah dilakukan pemeriksaan sekitar 1.284 yang istithaah 169. Ada beberapa yang memerlukan pemeriksaan ulang. Dan saat ini tahap 2 sudah istithaah. Total diharapkan sekarang ini jumlahnya 1139 jamaah.

Salah satu calon jamaah haji, Sunardi (64) asal Gemolong mengaku tidak takut vaksin meningitis dan influenza karena sudah terbiasa disuntik vaksin saat Covid.

“Tidak sakit tadi vaksin meningitis dan influenza. Kan sudah terbiasa dulu vaksin covid itu,” kata jamaah haji yang sudah menunggu selama 13 tahun itu.

Meski kondisi timur tengah sedang rawan karena perang Israel dan Iran, Sunardi yang akan berangkat dengan istrinya mengaku tidak takut. Ia juga sudah melakukan berbagai persiapan pribadi agar ibadahnya di tanah suci nanti berjalan lancar.

“Sudah persiapan saya, manasik juga sudah 26 kali. Jadi sudah siap. Jadi tidak takut meski ada perang. Bismillah, tinggal Arab nanti siap apa tidak. Karena kondisinya perang itu,” tandasnya. (yas/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...