JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Pasca redanya banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo, sinergi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Baznas Tanggap Bencana (BTB), SAR dan Palang Merah Indonesia (PMI) terus diperkuat guna memastikan kebutuhan logistik serta kesehatan masyarakat tetap terjamin.
Komandan BTB Sukoharjo, Sofwan Faisal Sifyan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendirikan dapur umum induk yang berpusat di halaman Kantor Kecamatan Grogol. Dapur umum terpadu ini merupakan hasil kolaborasi dengan BPBD, relawan serta dukungan dari pihak kecamatan.
Hingga Kamis (16/4), dapur umum induk tersebut telah mendistribusikan ribuan porsi makanan siap saji. Tercatat distribusi mencapai 2.500 porsi pada waktu makan malam sebelumnya, dan berlanjut dengan 2.500 porsi sarapan serta 2.500 porsi makan siang pada hari ini. Mengingat kondisi banjir yang terus surut, operasional dapur umum induk dijadwalkan berakhir pada waktu makan siang ini.
Selain dapur umum tersentral, BTB juga menyuplai logistik berupa sembako ke dapur umum swadaya yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan ibu-ibu PKK di berbagai titik seperti Desa Gentan, Sanggrahan, Kwarasan, Madegondo, dan Gedangan. Di lokasi-lokasi tersebut, jumlah distribusi bervariasi mulai dari 100 hingga 600 porsi sesuai kebutuhan warga setempat.
Di sisi lain, PMI Kabupaten Sukoharjo berperan aktif dalam penyediaan logistik bahan pokok dan layanan kesehatan. Ketua PMI Sukoharjo, dr. Kunari Mahanani, memerinci bantuan yang telah disalurkan meliputi 75 kilogram beras, 15 liter minyak goreng, 15 kilogram gula pasir, serta 15 boks mie instan untuk wilayah Kecamatan Grogol.
“Selain bantuan pangan, PMI menyiagakan layanan kesehatan 24 jam penuh sejak hari pertama bencana untuk membantu warga, baik yang berada di pengungsian maupun yang memilih bertahan di rumah.” Ungkap dr Kunari.
Memasuki fase pasca bencana, PMI menegaskan tetap siap memberikan pertolongan kesehatan bagi masyarakat yang rentan terserang penyakit akibat dampak sisa banjir.
Upaya pemulihan ini tidak lepas dari koordinasi intensif di bawah komando BPBD Kabupaten Sukoharjo dan dukungan personel TNI/Polri. Melalui kolaborasi tersebut, penanganan dampak banjir di Sukoharjo dapat berjalan cepat dan tepat sasaran sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal. (dea/rit)















