JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Jalan Lawu Karanganyar makin tidak nyaman. Maraknya pengamen dan gelandangan di sepanjang jalur itu, terutama di lampu merah, bikin warga gerah. Yang lebih parah, aksi minta-minta itu kini berujung pemalakan.
Keluhan itu langsung disuarakan Anggota Komisi B DPRD Karanganyar, Dewi Wulan Sari. Ia mengaku menerima aduan dari pengguna jalan dan pedagang UMKM yang sudah tidak tahan.
“Warga pengguna jalan itu resah dengan banyaknya pengamen. Pedagang UMKM juga mengeluh karena banyaknya pengamen, bahkan pernah dipalak jika tak memberi mereka,” tegas politisi perempuan Fraksi PKB Karanganyar itu, Senin (8/6).
Awalnya terlihat sepele, sekadar mengamen. Tapi di lapangan ceritanya beda. Warga mengaku tertekan saat berhenti di lampu merah. Pedagang UMKM yang mangkal di sekitar jalan Lawu juga jadi korban. Tidak memberi, bisa berujung intimidasi.
Kondisi ini jelas mengganggu aktivitas ekonomi dan rasa aman. Jalan Lawu yang seharusnya jadi urat nadi perdagangan, malah berubah jadi lokasi rawan.
Dewi Wulan Sari meminta Pemkab Karanganyar bergerak cepat. Dinas Sosial dan Satpol PP diminta turun tangan melakukan antisipasi sebelum situasi makin runyam.
“Kita minta Pemkab Karanganyar segera menindaklanjuti hal ini. Karena masyarakat mulai was-was dan terganggu,” desaknya.
Pemerintah diminta tidak menunggu ada korban baru bertindak. Penertiban, pembinaan, hingga solusi jangka panjang untuk pengamen dan gelandangan harus segera dijalankan.
Jika dibiarkan, Jalan Lawu bisa kehilangan marwahnya sebagai pusat UMKM Karanganyar. Warga hanya minta rasa aman saat melintas dan berdagang di Bumi Intanpari. (yas/rit)




