JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Kegelisahan warga Desa Suruh Kalang akhirnya tumpah. Rabu (10/6) malam, tokoh masyarakat, pemuda, petani, hingga pelaku usaha berkumpul di Rumah Makan Dinasti. Hasilnya, lahir Forum Suruh Kalang Bermartabat (FSKB).
Forum ini lahir dari keprihatinan. Warga menilai pembangunan desa tertinggal jauh dibanding desa lain di Kecamatan Jaten. Lambat, minim partisipasi, anggaran kurang transparan, pelayanan aparatur kurang responsif, sampai rasa diskriminasi pasca Pilkades.
“Di antara sekian desa di Jaten, Suruh Kalang adalah desa yang paling tertinggal jauh pembangunannya,” tegas tokoh pemuda Wisnu.
Padahal potensi SDM, letak geografis, dan posisi strategis desa sebenarnya bagus.
FSKB sepakat, perubahan tidak bisa hanya menunggu pemerintah. Harus dimulai dari warga sendiri.
Tokoh masyarakat Sukis berpesan tegas.“Sepulang dari forum ini, kita harus jadi warga bermartabat. Punya harga diri, punya kehormatan. Warga tidak bisa dibeli atau diiming-imingi materi.”
Menurut Sukis, kualitas pemimpin desa ditentukan kualitas pilihan warga. Makanya warga diminta berani pakai hati nurani dan akal sehat saat menentukan pemimpin.
Kata “bermartabat” bukan sekadar slogan. Itu cita-cita warga: desa yang jujur, terbuka, adil, dan menghargai semua orang tanpa membeda-bedakan latar belakang atau pilihan politik.
Rembug malam itu juga mengunci satu komitmen. Beda pilihan politik jangan sampai bikin desa pecah. Suruh Kalang harus jadi rumah bersama yang melayani semua warga sama rata.
FSKB akan jadi ruang warga untuk mengawal pembangunan, menyampaikan aspirasi, dan membangun demokrasi yang sehat. Karena kemajuan desa bukan cuma soal pemimpinnya, tapi juga keberanian warganya menjaga martabat.
“Dari warga yang bermartabat akan lahir kepemimpinan yang bermartabat. Dan dari kepemimpinan yang bermartabat akan lahir desa yang maju, adil, dan membanggakan,” tandasnya. (yas/rit)






