UNS Dorong Transformasi Kelompok Tani Organik melalui AI, Sensor Pertanian, dan Pertanian Organik dalam Kegiatan PKM Kemdiktisaintek


JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR- Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dianggarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi dibuka pada Rabu (24/6/2026) di Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Kapasitas Kelompok Tani Organik Menuju Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan melalui Integrasi Artificial Intelligence, Sensor Pertanian, dan Sistem Pertanian Organik.”

Ketua Program PKM, Ir. Subuh Pramono, S.P., M.Si., Ph.D. dari Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengatakan, program ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu dari UNS dengan Kelompok Taruna Tani Organik “AGRO LESTARI”.

Tim pelaksana terdiri atas tiga dosen UNS dari  3 bidang keilmuan yaitu Teknik Elektro, Agroteknologi, dan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang bekerja sama untuk memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi tantangan pertanian masa depan melalui pemanfaatan teknologi modern yang tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

“Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi petani untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan pengelolaan usaha tani. Melalui program ini, petani diperkenalkan dengan berbagai teknologi pendukung, termasuk sensor pertanian yang dapat membantu pemantauan kondisi lahan dan tanaman secara lebih akurat sehingga keputusan budidaya dapat dilakukan dengan lebih tepat dan efisien,” ujarnya.


Sementara, Mercy Bientri Yunindanova, S.P., M.Si., Ph.D. dari Fakultas Pertanian UNS memaparkan gambaran umum program yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026. Program ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan sensor pertanian, tetapi juga pada penguatan kapasitas kelompok tani dalam mengembangan produk berbasis pertanian organik, serta peningkatan pengetahuan petani dalam rangka pengembangan sistem pertanian organik yang berkelanjutan.

Baca juga:  Tertimpa Material Beton Saat Kerja Bakti, Seorang Warga Giritontro Meninggal Dunia

Dalam sesi materi, Ir. Widiyanto, S.P., M.Sc., Ph.D. menekankan pentingnya petani sebagai kekuatan utama penyedia pangan bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan petani tidak hanya menentukan ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan pangan bangsa. Oleh karena itu, petani perlu terus mengikuti perkembangan zaman dan terbuka terhadap berbagai inovasi teknologi.

Namun demikian, modernisasi pertanian tidak berarti meninggalkan nilai-nilai dan pengetahuan lokal yang telah berkembang di masyarakat. ”Justru, pertanian masa depan harus mampu membangun keterhubungan antara kearifan lokal dan teknologi modern sehingga tercipta sistem pertanian yang lebih produktif, efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kondisi lapangan,” jelasnya.

Camat Kebakkramat Joko Setyono, S.P dalam sambutan saat membukan kegiatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya memperkuat sektor pertanian.

”Kita berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dalam meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan daya saing usaha tani di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh anggota Kelompok Tani Organik “Agro Lestari” dan tim pengabdian dari UNS, tetapi juga mendapat dukungan dari para penyuluh pertanian. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan tanya jawab yang melibatkan penyuluh pertanian dan anggota Kelompok Taruna Tani Organik “AGRO LESTARI” yang hadir.

Baca juga:  Polsek Tirtomoyo Tanam 750 Pohon di Wonogiri

Program PKM ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan kapasitas petani dan peningkatan ketahanan pangan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penerapan teknologi AI dan sensor pertanian, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta SDG 13 (Climate Action) melalui pengembangan pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.

Integrasi teknologi dan praktik pertanian berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan sistem pertanian yang produktif sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam.

Melalui kegiatan ini, Universitas Sebelas Maret (UNS https://uns.ac.id) terus memperkuat perannya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berakar pada nilai-nilai lokal dan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada inovasi dan kebermanfaatan bagi masyarakat, UNS terus mendorong lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu menjawab tantangan pertanian masa depan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (mer/muz)


TERKINI

Rekomendasi

...