JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sukoharjo di Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Sabtu (1/8/2026).
Pembukaan MPLS ini menjadi penanda dimulainya perjalanan angkatan pertama Sekolah Rakyat di Sukoharjo yang diproyeksikan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, serta para pemangku kepentingan, Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Menurutnya, jutaan anak Indonesia hingga kini masih menghadapi persoalan putus sekolah maupun belum pernah mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
“Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah ingin memastikan seluruh anak dari keluarga miskin tetap memiliki kesempatan yang sama untuk belajar,” ungkap Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan persembahan Presiden Prabowo Subianto bagi keluarga yang berada pada desil 1 dan desil 2. Rekrutmen dilakukan melalui penjangkauan berbasis data BPS, tanpa pendaftaran, tanpa suap, maupun titipan pejabat guna memastikan tidak ada anak yang tertinggal.
Program Sekolah Rakyat yang mulai dirintis di 166 titik sejak Juli 2025 telah menampung sekitar 15.000 siswa. Pada 2026, pemerintah menargetkan penerimaan mencapai 45.000 siswa di seluruh Indonesia dan terus berkembang hingga mampu menampung lebih dari 500.000 siswa pada periode 2028–2029.
Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Sukoharjo sebagai lokasi SRT 1.
“Sekolah terpadu ini didukung fasilitas lengkap mulai dari ruang kelas, laboratorium, asrama, hingga gedung serbaguna dengan kapasitas mencapai 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA,” Imbuh Plt Bupati Eko Sapto.
Pada tahun ajaran perdana, SRT 1 Sukoharjo menerima 224 peserta didik. Pemerintah daerah berharap para tenaga pendidik mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, serta bebas dari perundungan agar anak-anak dapat berkembang secara optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengungkapkan jumlah peserta didik aktif bertambah menjadi 226 siswa setelah adanya tambahan dua peserta pada jenjang SMP yang merupakan lulusan Sekolah Rakyat Dasar (SRD) Rintisan.
“Komposisi peserta didik SRT 1 Sukoharjo terdiri atas jenjang SMA sebanyak 90 siswa (53 perempuan dan 37 laki-laki), jenjang SMP berjumlah 92 siswa (47 perempuan dan 45 laki-laki), serta jenjang SD sebanyak 44 siswa (12 perempuan dan 32 laki-laki),” jelas Yunia.
Dengan dimulainya MPLS ini, SRT 1 Sukoharjo diharapkan menjadi rumah harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk membangun karakter, meningkatkan prestasi, serta membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik melalui akses pendidikan yang setara. (dea/rit)



