Surakarta Sabet Juara II KERIS Jateng Investment Challenge 2026


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta kembali mengukuhkan prestasinya di bidang investasi tingkat nasional. Kota Solo berhasil meraih penghargaan Juara II (2nd Winner) KERIS Jateng Investment Challenge 2026 dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemkot Surakarta dalam mendorong iklim investasi yang kondusif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan daya saing daerah.

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, hadir secara langsung dalam forum promosi investasi tahunan yang digelar oleh Pemprov Jawa Tengah bersama Kpw BI Provinsi Jateng tersebut.

“Ajang ini menjadi momentum strategis bagi Kota Surakarta untuk memperluas jejaring investasi dan membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Respati, Jumat (28/08).

Baca juga:  Muhammadiyah Karanganyar Akuisisi Tiga Kampus Swasta

CJIBF 2026 yang mengusung tema “Accelerating Investment Growth in Central Java through Sustainable Development and Regional Competitiveness” ini diikuti sekitar 400 peserta dari kalangan pemerintah, pelaku usaha, hingga calon investor domestik dan mancanegara, dengan mencatatkan potensi investasi mencapai Rp19,07 triliun.

Selain penyerahan penghargaan, forum ini juga menorehkan kerja sama strategis lintas daerah. Salah satunya adalah kesepakatan pengelolaan sampah regional antara Pemkot Surakarta bersinergi dengan enam daerah tetangga (Salatiga, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan Sukoharjo) bersama investor asal Korea Selatan, PT Energy3 International (E3i), Inc.

Proyek fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar (waste-to-fuel) yang terintegrasi di kawasan Solo Raya tersebut menelan nilai investasi fantastis mencapai Rp5,2 triliun.

Baca juga:  Pastikan Hak Pekerja, Pemkot Solo Buka Posko Aduan THR

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Pemprov Jateng berkomitmen penuh menjamin iklim investasi yang aman dan kondusif.

“Masing-masing daerah punya potensi yang berbeda-beda, tetapi napasnya sama untuk mendongkrak investasi di daerah masing-masing,” tegas Luthfi.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Ichsan Zulkarnaen, berharap ajang CJIBF dapat menghadirkan langkah konkret dan merealisasikan gagasan investasi yang ramah lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan raihan Juara II KERIS Jateng ini, Pemkot Surakarta optimistis dapat terus memperkuat ekosistem investasi daerah yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Solo Raya. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...