Jambore Mualaf MUI Karanganyar Perkuat Pembinaan dan Kebersamaan Umat


JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karanganyar menggelar Jambore Mualaf sebagai ruang silaturahmi, pembinaan keagamaan, sekaligus penguatan kebersamaan bagi para mualaf. Kegiatan berlangsung di Kampung Karet, Kecamatan Ngargoyoso, Jumat (2/10).

Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E., hadir mewakili Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., sekaligus menyampaikan sambutan dan pengarahan kepada para peserta.

Wabup Adhe menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengapresiasi terselenggaranya Jambore Mualaf sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan dan kebersamaan masyarakat.

Ia menilai, para mualaf merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Karanganyar yang perlu mendapatkan ruang untuk belajar, bertumbuh, dan berinteraksi dalam suasana penuh kekeluargaan.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen mendukung kegiatan yang memperkuat kehidupan keagamaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan masyarakat. Para mualaf merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Karanganyar yang harus kita rangkul dan dampingi bersama,” kata Adhe.

Baca juga:  Hadapi Potensi Longsor, Wonogiri Perkuat Mitigasi Bencana dengan Sumur Resapan

Ia juga mengajak pemerintah, MUI, Baznas, tokoh agama, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para mualaf. Kolaborasi tersebut penting agar para mualaf tidak hanya mendapatkan penguatan pemahaman keagamaan, tetapi juga merasa diterima dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Karanganyar Dr. KH. Badaruddin, M.Ag., dan Ketua Baznas Kabupaten Karanganyar Kustiyono, A.Md.

Ketua MUI Kabupaten Karanganyar Dr. KH. Badaruddin menyampaikan bahwa Jambore Mualaf merupakan bagian dari upaya MUI memberikan perhatian terhadap pembinaan mualaf secara berkelanjutan.

Menurut KH. Badaruddin, para mualaf membutuhkan pendampingan, penguatan pemahaman keagamaan, serta lingkungan yang mendukung proses mereka dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

“Pembinaan mualaf tidak berhenti pada saat seseorang mengucapkan syahadat. Justru setelah itu diperlukan pendampingan agar mereka semakin memahami ajaran Islam dan merasa menjadi bagian dari keluarga besar umat,” ujarnya.

Baca juga:  Minim Alokasi Anggaran, Pelayanan Panti Sosial Belum Optimal

Ditambahkan Ketua Rumah mualaf Kabupaten Karanganyar, Samsi berharap, Jambore Mualaf ini mampu memberikan spirit pada peserta untuk terus mematri kebersamaan dan meningkatkann keimanan sebagai muslim sejati.

Sementara itu, Ketua Dr. KH Anasom Ketua Mualaf Centre Prof. Jateng menekankan pentingnya sinergi antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan lembaga pengelola zakat dalam mendukung kehidupan para mualaf. Model Jambore ini sangat menarik edukatif komunikasi dan menjadi pilar kebersamaan bahwa mualaf tdk sendirian rapi saling berbagi antar para peserta

“Maka model Karangnyar ini akan terus dikembangkan do Tongkat Prov maupun nas. Sehingga mereka mampu menjalani kehidupan secara lebih mandiri dan sejahtera,” tandasnya. (yas/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...