Infrastruktur Karanganyar Bakal Dapat Suntikan Rp63,9 Miliar


JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Program jalan mulus bebas jeglongan di Bumi Intanpari bakal semakin lancar. Di Kelurahan Popongan, Rabu (14/10), Anggota DPR RI Dolfie OFP dan Bupati Karanganyar Rober Christanto berdiri di atas aspal baru Jalan MTR Suradjimargono yang baru saja ditingkatkan kapasitasnya.

Di titik itulah kabar baik itu disampaikan Bupati Rober, bahwa Kabupaten Karanganyar akan mendapat Rp63,9 miliar dari pusat untuk membangun delapan ruas jalan pada 2027.

Angka itu naik dari tahun sebelumnya. Pada 2026, dukungan untuk 10 ruas jalan tercatat sekitar Rp49 miliar.

Bagi Rober, tambahan itu datang di saat yang tepat. Program unggulannya, Karanganyar Bebas Jeglongan, membutuhkan napas panjang. Dari sekitar 300 ruas jalan yang butuh peningkatan kualitas, APBD saja jelas tidak cukup, apalagi ketika efisiensi anggaran pusat ikut menekan fiskal daerah.

Baca juga:  735 Calon Haji di Boyolali Batal Diberangkatkan

“Dengan adanya dukungan ini, pemerintah kabupaten sangat terbantu. Kami berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur, salah satunya melalui bantuan dari provinsi dan dukungan anggaran lainnya,” ujar Rober.

Dolfie, yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, menyebut dirinya sengaja mengoptimalkan jalur yang ia miliki di Senayan, yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) infrastruktur.

“Sebagai wakil rakyat dari Kabupaten Karanganyar, salah satu tugas saya adalah membantu pembangunan di daerah. Ketika kebijakan efisiensi pemerintah pusat berdampak terhadap APBD, saya mengoptimalkan apa yang bisa saya lakukan di DPR RI melalui dukungan anggaran infrastruktur,” kata Dolfie.

“Dari 300 ruas itu tentu membutuhkan dukungan pendanaan. Ketika APBD diefisienkan, perlu dukungan lain dari APBN,” tambahnya.

Baca juga:  Ketua Golkar Karanganyar Sebut Pertemuan Airlangga - Ganjar pada Haul Gribig Penuh Makna dan Strategis

Dampaknya, kata Rober, mulai terasa. Keluhan jalan rusak yang dulu ramai di media sosial kini mulai mereda.

Perbaikan jalan ini bukan hanya soal kenyamanan berkendara. Di akhir pekan, jalur menuju kawasan wisata Karanganyar kerap padat oleh wisatawan. Karena itu, Rober membuka wacana pemisahan jalur naik dan turun ke kawasan wisata agar kemacetan berkurang.

Namun, ia memberi catatan tegas soal kualitas. Semua pengerjaan harus mengikuti standar teknis Kementerian Pekerjaan Umum.

“Pembangunan tidak hanya mengejar panjang jalan yang tertangani, tetapi juga kualitas dan daya tahan infrastruktur,” tegasnya.

Sinergi pusat dan daerah inilah yang kini menjadi tumpuan untuk mempercepat pemerataan jalan di Karanganyar. (yas/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...