JATENGPOS.CO.ID, SOLO—Kontingen Indonesia resmi melepas 103 atlet terbaiknya untuk berlaga pada ajang Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, 18–24 Oktober 2026. Pelepasan dan pengukuhan skuad Merah Putih digelar di Balai Kota Solo, Senin (12/10).
Para atlet yang terbagi dalam 12 cabang olahraga (cabor) tersebut dijadwalkan bertolak menuju Negeri Sakura pada Selasa (13/10) pagi.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menegaskan seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung telah menjalani masa latihan intensif serta siap tempur secara fisik dan mental.
“Seluruh atlet Indonesia yang berpartisipasi telah siap secara fisik dan mental untuk berjuang meraih prestasi tertinggi di Aichi-Nagoya,” ujar Reda dalam sambutannya.
Pada edisi kali ini, Indonesia mengusung misi menembus posisi 10 besar Asia. National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menetapkan target perolehan 7 medali emas, 8 perak, dan 17 perunggu berdasarkan evaluasi capaian latihan serta hasil kualifikasi resmi.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, yang hadir langsung dalam acara pelepasan memacu semangat para atlet agar tampil maksimal. Erick mendorong kontingen Indonesia untuk tidak hanya mengejar peringkat Asia, tetapi juga menggeser dominasi Thailand di level Asia Tenggara.
Erick mengungkapkan, sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Para Games, Indonesia telah mengumpulkan 76 medali emas, sementara Thailand mengoleksi 91 emas.
“Selalu ada momok olahraga nasional kita, yaitu Thailand dengan 91 emas. Selisih 15 emas. Saya berharap ke depan kita perlahan-lahan merebut predikat nomor satu di Asia Tenggara. Kita bisa,” tegas Erick.
Menpora menambahkan, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh memenuhi seluruh kebutuhan dan fasilitas kontingen selama masa persiapan hingga kompetisi berlangsung di Jepang.
Dari total 103 atlet yang diberangkatkan, cabor para atletik menempatkan perwakilan terbanyak dengan 25 atlet, disusul para bulu tangkis (15), para renang (12), para angkat berat (10), dan para tenis meja (9).
Sementara sisanya terbagi pada cabor para panahan (7), para judo (7), boccia (5), para balap sepeda (5), para menembak (3), anggar kursi roda (3), serta para taekwondo (2). (dea/rit)







