JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Pemandangan berbeda dan penuh nuansa keakraban mewarnai Aksi Damai Mitra Driver Maxim Car Soloraya di depan Kantor Maxim, Gajahan, Pasar Kliwon, Selasa (20/10). Di tengah tumpukan massa aksi, Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko memilih turun langsung dan duduk lesehan di jalanan untuk mendengarkan aspirasi pengemudi transportasi daring tersebut.
Tanpa sekat protokol maupun suasana kaku, pria yang akrab disapa Mbah Condro itu duduk membaur bersama sejumlah personel kepolisian dan belasan driver Maxim. Pendekatan persuasif ini diambil guna memastikan penyampaian pendapat di muka umum berjalan tertib, aman, dan kondusif.
Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam mengawal unjuk rasa bukan sekadar untuk melakukan pengamanan ketat, melainkan memberi ruang pelayanan serta pengayoman agar suara masyarakat dapat tersampaikan dengan baik kepada pihak manajemen.
“Kami di sini bukan sekadar untuk mengamankan, melainkan melayani dan mendampingi rekan-rekan peserta aksi dalam mengemukakan pendapat kepada pimpinan Maxim,” ujar AKBP Condro.
Menurutnya, Polri berkomitmen menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Komunikasi dua arah secara humanis dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah hukum Surakarta tanpa harus mengintimidasi massa.
Langkah humanis pimpinan Polresta Surakarta ini mendapat apresiasi positif dari para pengunjuk rasa. Perwakilan peserta aksi, Lilik Zeliq, menyampaikan rasa terima kasih atas respons terbuka serta pendampingan yang diberikan pihak kepolisian sejak awal pengawalan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polresta Surakarta yang telah memberikan pengamanan dan pendampingan secara humanis, sehingga aksi kami dapat berjalan lancar, aman, dan tertib hingga selesai,” kata Lilik.
Pendekatan terbuka ini membuktikan potret hadirnya kepolisian sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat yang mengedepankan dialog ketimbang tindakan represif. (dea/rit)







