Mendalang, PB XIV Mainkan Wayang Kanjeng Kiai Jimat


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Pagelaran Ringgitan Anggara Kasih di Karaton Surakarta Hadiningrat pada Senin malam (19/10) menyajikan momen bersejarah. Sri Susuhunan Pakubuwana XIV tampil langsung memainkan wayang sebagai pembuka pementasan di Kagungan Dalem Peringgitan Bangsal Parasdya.

Kehadiran raja di atas kelir tersebut menandai kembalinya tradisi pedalangan sekaligus dimainkannya kembali pusaka wayang Kanjeng Kiai Jimat.

Setelah pembukaan oleh PB XIV, pertunjukan dilanjutkan oleh dalang utama Dr. KPH Raditya Lintang Sasangka, M.Si., yang membawakan lakon Dewa Ruci. Pagelaran tersebut turut disaksikan oleh dalang kondang Ki Purbo Asmoro.

Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), menjelaskan bahwa Kanjeng Kiai Jimat merupakan pusaka wayang peninggalan era Pakubuwono IV dengan koleksi mencapai hampir 700 tokoh.

Baca juga:  60 UMKM Terpilih Kurasi Bisnis Matching Solec

“Pusaka tersebut tercatat pernah dimainkan pada era Pakubuwono XII oleh dalang Ki Anom Suroto di Sasana Handrawina dan diperkirakan terakhir dipentaskan sekitar tahun 1993. Dengan demikian, pementasan kali ini mengakhiri kerinduan selama 33 tahun.” Ungkap Gusti Moeng.

Sementara itu, Raditya Lintang Sasangka menyampaikan bahwa tradisi wayangan ini telah berlangsung sejak masa Pakubuwono IV dan kini dihidupkan kembali pada era Pakubuwana XIV.

“Pemilihan lakon Dewa Ruci yang mengisahkan perjalanan Bima mencari hakikat pengetahuan dan jati diri memperkuat nilai filosofis serta ajaran moral dalam pementasan tersebut.” Imbuhnya.

Keterlibatan langsung PB XIV dan penggunaan kembali pusaka Kanjeng Kiai Jimat menjadi wujud nyata komitmen Karaton Surakarta Hadiningrat dalam merawat warisan budaya, tidak hanya sebagai benda koleksi sejarah, tetapi juga sebagai tradisi yang terus hidup dan diwariskan antar-generasi. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...