JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyalurkan bantuan senilai total Rp970 juta melalui lima program untuk mendukung pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan apresiasi prestasi keagamaan. Salah satunya berupa insentif Rp400 juta bagi 400 pengajar agama Islam di madrasah diniyah, pondok pesantren, dan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Kantor Bupati Karanganyar, Kamis (22/10).
Peringatan HSN tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”. Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Kurniadi Maulato, S.Sos., M.Si., selaku inspektur upacara mewakili Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar. Kegiatan dihadiri para ulama, pengasuh pondok pesantren, perwakilan Kementerian Agama, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran direksi badan usaha milik daerah (BUMD).
Dalam amanat yang dibacakannya, Kurniadi menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa, mulai dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga pembangunan nasional. Santri masa kini, menurutnya, perlu memiliki pemahaman agama yang kuat sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter untuk menghadapi tantangan zaman.
“Jadilah santri yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia,” pesannya.
Lima Program Bantuan Senilai Rp970 Juta. Penyaluran bantuan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 mencakup lima program yang menyasar pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan apresiasi prestasi keagamaan.
Pertama, insentif pengajar agama Islam bagi pengajar madrasah diniyah (madin), pondok pesantren, dan TPQ senilai Rp400 juta. Bantuan diberikan kepada 400 penerima, masing-masing sebesar Rp1 juta, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda dan menanamkan nilai-nilai keagamaan.
Kedua, Program Madrasah Layak Belajar dengan alokasi Rp300 juta untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan belajar madrasah.
Ketiga, Program Pemberdayaan Kampung Zakat senilai Rp50 juta untuk mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.
Keempat, Program Pengembangan Ekonomi Umat Berbasis Majelis Taklim sebesar Rp170 juta untuk mendukung penguatan ekonomi umat melalui kegiatan pemberdayaan yang melibatkan majelis taklim.
Kelima, Program Penghargaan bagi Penghafal Al-Qur’an (Hafiz/Hafizah) senilai Rp50 juta sebagai apresiasi atas prestasi keagamaan sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai dan mempelajari Al-Qur’an.
Total bantuan dari kelima program tersebut mencapai Rp970 juta. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan keagamaan, meningkatkan kualitas pembelajaran, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, serta memotivasi generasi muda untuk berprestasi dan berakhlak mulia.
Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan Ikrar Santri, teks Resolusi Jihad, dan doa bersama.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Karanganyar berharap semangat perjuangan dan pengabdian para ulama serta santri terus menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya saing.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen “Sesarengan Mbangun Karanganyar”, melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (yas/rit)








