Ratusan Anak Yatim Dapat Santunan dan Pemeriksaan THT Gratis


JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Peringatan hari ulang tahun ke-60 Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) Cabang Solo diisi aksi kemanusiaan.

Sebanyak 290 anak yatim di Kabupaten Karanganyar mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan telinga, hidung, dan tenggorok (THT) serta pembersihan telinga gratis di Gedung Islamic Center Karanganyar (ICK), Minggu (25/10).

Kegiatan bakti sosial ini digelar PERHATI-KL Cabang Solo bekerja sama dengan Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Komda Karanganyar, PGPKT Komda Surakarta, dan Komunitas Cinta Yatim dan Duafa (KUCINTA). Selain pemeriksaan kesehatan, panitia juga menyalurkan santunan.

Ratusan anak yatim dari berbagai wilayah berdatangan ke lokasi sejak pagi. Puluhan dokter spesialis THT dan dokter muda telah bersiap memberikan pelayanan secara cuma-cuma.

Ketua PERHATI-KL Cabang Solo Dr. dr. Hadi Sudrajad, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Oto.(K), M.Si.Med., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat sekaligus peringatan HUT ke-60 PERHATI-KL Indonesia.

“Dalam rangka ulang tahun ke-60, PERHATI-KL Cabang Solo mengadakan bakti sosial khusus berupa pemeriksaan THT dan bersih-bersih telinga pada anak yatim bekerja sama dengan Komunitas Cinta Yatim. Misi pengabdian ini kami wujudkan dengan mendatangi langsung komunitas di daerah,” ujar Hadi.

Baca juga:  Tabrak Palang Perlintasan di Sragen, KAI Kecam Aksi Truk dan Sanksi Denda Rp750 Ribu

Ia menjelaskan, sekitar 30 dokter spesialis THT bersama dokter muda terlibat langsung. Layanan meliputi skrining kesehatan THT, konsultasi, edukasi, serta pembersihan kotoran telinga sesuai indikasi medis.

Dari hasil pemeriksaan sementara, masalah yang paling banyak ditemukan adalah penumpukan kotoran telinga atau serumen.

Hadi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membersihkan telinga sendiri, terutama dengan alat tidak steril. Kebiasaan itu berisiko menyebabkan iritasi, luka pada saluran telinga, hingga infeksi.

“Kalau kotorannya keras memang tidak bisa dibersihkan sendiri dan harus dibawa ke fasilitas kesehatan. Sebaiknya jangan sering-sering membersihkan telinga sendiri karena justru bisa membuat erosi dan infeksi,” kata dokter yang juga praktik di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tersebut.

Baca juga:  Ruwatan Dewi Sri dan BUMDes Baklibay Tandai Kemandirian Desa Bakalan Polokarto

Perwakilan Pengurus ICK Sunardi yang juga Ketua Takmir Masjid ICK menyampaikan apresiasi kegiatan tersebut. Ia menceritakan, ICK berawal dari niat mulia seorang warga bernama Ibu Tugiyati yang mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid. Kini, ICK aktif menyelenggarakan kegiatan keagamaan, sosial, serta pendidikan formal dan informal.

Sementara itu, Ketua Komunitas Cinta Yatim (KUCINTA) Wirawan Suproto Putro mengapresiasi kolaborasi tersebut. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tiga bulan, tidak hanya pelayanan kesehatan, tetapi juga penyuluhan kesehatan, tausiah islami, serta pemberian santunan paket sembako dan sayur-mayur dari Komunitas Puspa Arum Segoro Gunung.

“Kami sangat berterima kasih kepada PERHATI-KL Solo dan seluruh pihak yang membantu. Sebanyak 290 anak yatim hari ini tidak hanya mendapatkan santunan, tetapi juga layanan kesehatan telinga yang sangat bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujar Wirawan.

Melalui kegiatan ini, akses pelayanan kesehatan THT diharapkan semakin luas, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih. (yas/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...