Solo Tuan Rumah Konferensi ke-28 SEAPAVAA, Daya Tarik Arsip Seni Lokananta dan Mangkunegaran

Pembukaan SEAPAVAA yang diikuti 21 negara di The Sunan Hotel Solo. (ade ujianingsih/Jatengpos)

JATENGPOS. CO. ID, SOLO – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menjadi tuan rumah Konferensi ke-28 South East Asia – Pacific Audio Visual Archive Association (SEAPAVAA) yang dilaksanakan di The Sunan Hotel, Solo, 9-14 Juni 2024.

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Imam Gunarto mengatakan dipilihnya kota Solo sebagai penyelenggaraan SEAPAVAA tidak lepas dari keberadaan Lokananta sebagai salah satu penyimpan arsip seni terbesar di Indonesia.

“Selain Lokananta kota Solo punya Mangkunegaran yang menyimpan banyak literasi seni dan budaya,” ungkap Imam Gunarto.

Opening Ceremony SEAPAVAA Conference ke-28 dengan tema Navigating New Horizons in Audiovisual Archiving berlangsung di The Sunan Hotel Solo.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa, Deputi Produk dan Acara Pariwisata, Sekretaris Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, K.G.P.A.A Mangkoenagoro X, Presiden of SEAPAVAA, Direktur Jendral Instisut Belanda, Direktur Jendral Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta berbagai pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Teguh Prakosa menyampaikan rasa terima kasih dan
selamat datang kepada seluruh tamu SEAPAVVA yang berkunjung ke Solo.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta sangat mendukung kegiatan ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini sekaligus memperkenalkan Lokananta, yang disana ada rekaman visual dari sejarah panjang sebelum Indonesia merdeka sampai hari ini. Sudah direvitalisasi biarpun belum 100%. Harapannya nanti dari SEAPAVAA dapar lebih mengembangkan kembali Lokananta atau mungkin ada di Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan,”jelasnya.

Pada kesempatan ini, K.G.P.A.A Mangkoenagoro X juga menyampaikan
rasa senang dan bangga telah menjadi bagian dari kegiatan ini serta menjelaskan kolaborasi dan pergerakan di Mangkunegaran.

“Di Mangkunegaran sendiri, pergerakan kami juga tentunya hampir semuanya pengembangan dari aset-aset historis, audiovisual salah satunya, dan menariknya audiovisual ini juga tersebar di seluruh dunia.” Ungkap MN X.

Dengan ANRI sendiri, kolaborasi kita sudah sangat panjang dan sekarang
kita sedang mengajukan, memori kolektif bangsa dicoba untuk dinaikkan
menjadi memori kolektif dunia arsip tari gaya Mangkunegaran,”ucapnya.

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Imam Gunarto menyampaikan seberapa penting pertemuan ini. Ia mengatakan bahwa arsip audiovisual terus mengalami ancaman kerusakan, baik karena cuaca, suhu, kelembaban atau rasa kurang aware.

“21 Negara ini berkumpul dalam rangka untuk melestarikan dan menjamin
seluruh arsip yang ada itu bisa diakses oleh masyarakat untuk kepentingan
ekonomi, kebudayaan dan kesejahteraan kita semua,”ujarnya.

Dengan diadakannya konferensi ini di Indonesia, memberikan kesempatan bagi para pelaku budaya, praktisi dan peneliti untuk mendalami dan memahami apa yang ada dalam arsip mengenai Indonesia di berbagai tempat. Kegiatan ini diharapkan dapat berkembang dan membuat lebih banyak koneksi serta kerjasama dengan berbagai lembaga. (Dea/jan)