Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan , Anggota DPD RI Serahkan Bantuan Kacamata dan Santunan Anak Yatim

Sosialisasi empat pilar kebangsaan anggota DPD RI Bambang Sutrisno di Wonogiri. Foto : Ade Ujianingsih/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI – Anggota DPD RI Ir.H. Bambang Sutrisno kembali melakukan Sosialisasi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Kali ini digelar bersamaan rapat koordinasi dan acara Halal Bi Halal Pengurus Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Wonogiri, Senin (30/5).

Acara yang digelar di Aula PWRI Kabupaten Wonogiri juga dihadiri dan dibuka oleh wakil Bupati Wonogiri Setio Sukarno, diikuti perwakilan pengurus PWRI Solo Raya, perwakilan Taspen, BPJS kesehatan, dan tokoh setempat seperti mantan Wakil Bupati Wonogiri Edi Santoso dan tokoh lainnya.

“Sebagai tanggungjawab kami sebagai anggota MPR-RI, Sosialisasi empat pilar Kebangsaan ini dilaksanakan dalam rangka memelihara dan memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa,” ungkap Bambang Sutrisno.

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai keanekaragaman baik pulau, suku, agama, bahasa, ras dan golongan, sehingga untuk menyatukan keanekaragaman yang ada diperlukan pemahaman bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara salah satunya melalui Sosialisasi empat Pilar Kebangsaan.

“Keanekaragaman harus selalu dipupuk agar terjadi ikatan yang kuat saling bersinergi sehingga perbedaan bisa menjadi suatu keindahan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di negeri tercinta ini,” imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi empat pilar diselingi pemberian bantuan anak Yatim dari BPR BKK Kabupaten Wonogiri dan bantuan kacamata dari MGI (Mega Gloriong Internasional) untuk anak kurang mampu.

Sosialisasi dengan menghadirkan narasumber Drs.H.Hendro Martojo dengan materi Pancasila, Undang undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, juga Ketua Panitia Drs.H.Sri Hardono, Ketua PWRI Kabupaten Wonogiri yang juga mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri.

“Dalam situasi saat ini sangat dikhawatirkan kondisi moral generasi muda semakin menurun hal ini agar mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) masuk dalam kurikulum dari Sekolah Dasar sampai Perguruan tinggi,” ungkap Hendro.

Pada kesempatan tersebut juga ada aspirasi mengenai layanan BPJS Kesehatan, agar pelayanan BPJS kesehatan khususnya untuk pensiunan tidak dibatasi kuota karena mereka sudah iuran sejak mereka menjadi CPNS.

Juga muncul usulan agar rumah sakit di Wonogiri dilengkapi dengan alat CTO Scan karena itu menjadi syarat memperoleh bantuan kacamata Glukoma yang saat ini harus ke rumah sakit Muwardi Solo

“Semoga dengan materi Empat Pilar Kebangsaan dapat dipahami dan diamalkan serta disebar luaskan sehingga empat pilar kebangsaan ini dapat menyebar ke seluruh pelosok di tanah air sehingga suasana ketentraman dapat tercipta ditengah tengah kehidupan masyarakat, hidup rukun , aman, nyaman, damai penuh kegotong royongan,” pungkasnya. (Dea/bis/rit)