Sosialisasikan Baby Gym Anti Stunting

STIMULASI DINI: Dosen di Departement Obstetri STIKES Karya Husada foto bersama bidan dan kader Puskesmas Kedungmundu.
STIMULASI DINI: Dosen di Departement Obstetri STIKES Karya Husada foto bersama bidan dan kader Puskesmas Kedungmundu.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Stunting atau kerdil adalah kondisi balita memiliki panjang atau tinggi badan kurang, jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median pertumbuhan anak dari WHO.

Prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun 2016 sebesar 27,5% jadi 29,6% pada 2017. Jateng memiliki 35 kabupaten/kota, sebanyak 11 kabupaten/kota masih memiliki prevalensi tinggi penderita stunting.

Pencegahan stunting yaitu melakukan stimulasi dini perkembangan anak. Kondisi ini membuat dosen di Departement Obstetri STIKES Karya Husada (SKH) Semarang belum lama ini melakukan pengabdian masyarakat (PengabMas) tentang baby gym pada bidan dan kader di Puskesmas Kedungmundu, sebagai wujud upaya pencegahan stunting bayi dan balita.

Tim dosen di Departement Obstetri di STIKES Karya Husada terdiri dari Fauziah Winda Gurnita, M.Tr.Keb (Ketua Tim) dan anggotanya Novita Sari, M.Tr.Keb dan Sa’adah Mujahidah, M.Tr.Keb. Fauziah WG M.Tr Keb mengatakan, PengabMas sasarannya bidan dan kader di daerah Puskesmas Kedungmundu Semarang.

Kegiatan dilakukan Senin 22 Juli 2019 lalu. “Tujuannya mengajak ibu melakukan stimulasi sejak dini untuk perkembangan bayi balita. Baby gym adalah latihan untuk membantu stimulasi pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf dan motorik bayi secara optimal,” jelas Fauziah.

Ditambahkan, kegiatan PengabMas diawali dengan pemberian materi menggunakan leaflet, video dan demonstrasi baby gym. Selanjutnya bidan dan kader mempraktikkan satu persatu. “Diharapkan sosialisasi baby gym ke bidan dan kader, bisa menjadi kontribusi penurunan angka stunting di Jawa Tengah,” ucap Fauziah. (gus/biz/sgt)