Beranda Nasional Sri Mulyani Sebut Akses Teknologi di Luar Jakarta Masih Rendah

Sri Mulyani Sebut Akses Teknologi di Luar Jakarta Masih Rendah

20

JATENGPOS.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa kesetaraan dalam mengakses teknologi digital di Indonesia masih belum terlihat, khususnya untuk masyarakat yang berada di luar Jakarta dan luar Pulau Jawa yang masih sulit untuk mendapatkan akses teknologi tersebut.

“Di Jakarta kita masih bisa mengakses teknologi digital, tapi semisal keluar dari Jakarta yang masih di Jawa saja, masih ada daerah yg tidak well-served terhadap teknologi digital, juga daerah di luar Jawa,” katanya dalam acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta, Senin.

Padahal, menurut dia, adanya akses teknologi digital sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian Indonesia karena pada era saat ini perkembangan teknologi secara tidak langsung membuat berbagai sektor di kehidupan berbasiskan teknologi.

Sri Mulyani melanjutkan, dalam upaya untuk memperbaiki dan mengembangkan akses teknologi digital di berbagai daerah tersebut saat ini pemerintah sedang terus berinvestasi pada pembangunan infrastruktur seperti tiga proyek Palapa Ring dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui anggaran pendidikan dan vokasi.

“Kita ingin meyakinkan bahwa Indonesia adalah negara yang tidak mendiskriminasikan penggunaan fintech atau teknologi digital,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak industri tentang memberikan pajak yang tidak memberatkan bagi masyarakat untuk menciptakan level playing field.

“Ini adalah upaya untuk menyiapkan masyarakat dan ekonomi agar bisa mengambil manfaat dari adanya perkembangan teknologi termasuk fintech,” katanya.

Senada dengan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa teknologi digital dapat meningkatkan inklusi keuangan dan inklusi ekonomi di Indonesia.

“Inklusi keuangan itu masyarakat kita yang selama ini belum tersentuh dunia keuangan bisa tersentuh kalau inklusi ekonomi adalah bagaimana ekonomi digital membantu UMKM sehingga bisa berinovasi khususnya melalui fintech,” ujarnya.

Perry menuturkan Bank Indonesia sedang bekerja sama dengan OJK dan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) untuk mendorong para pelaku start up atau e-commerce agar bisa lebih mengembangkan usahanya sehingga terbentuk suatu ekosistem pengembangan ekonomi digital.

“Bagaimana digital bisa mendorong perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga turut mendukung adanya peran fintech agar lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang bisa tersentuh oleh teknologi digital.

“Saya harap bisa melihat usaha untuk membuka potensi fintech dan agen-agen mereka untuk bekerja bersama perbankan eksisting agar menyediakan pelayanan perbankan yang terjangkau,” katanya. (fid/ant)