Status Darurat Banjir sampai Akhir Desember

Warga bergotong royong melakukan penambalan tanggul jebol di Desa Brangkal Kecamatan Wedi pasca banjir, Senin (4/1). FOTO : CAHYA/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, KLATEN – Meski wilayah terdampak banjir sudah mulai bangkit, namun berdasar SK Bupati Klaten Nomor 361/418 Tahun 2017 Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung masih berlaku hingga 25 Desember mendatang. Hal ini sesuai dengan perkiraan badan meteorologi dan geofisika (BMKG) dimana puncak hujan akan terjadi pada bulan Desember 2017 hingga Januari 2018.

“Status darurat selama 28 hari hingga 25 Desember nanti. Namun demikian, kami tetapkan itu sambil melihat perkembangan cuaca nanti,” kata Kepala BPBD Klaten, Bambang Giyanto, Senin (4/12).

Pasca banjir, imbuh Bambang, semua pengungsi di tiga kecamatan sudah pulang ke rumah masing-masing. Bersama dengan pemerintah desa, Muspika, Muspida dan beberapa instansi terkait, pembenahan dan pembenahan wilayah terdampak banjir sudah dilakukan.

“Warga yang terdampak di Kecamatan Wedi, Bayat, dan Cawas sudah pulang ke tempat tinggalnya. Bersama-sama kami sudah menggiatkan gotong royong serta langkah kepedulian melakukan pembersihan tempat tinggal serta sarana prasarana korban terdampak banjir kemarin,” tambah Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, selain gotong royong melakukan pembersihan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak melakukan penanganan darurat di beberapa titik sungai. Selama tiga hari terakhir, penanganan tanggul kritis dan jembatan mencapai 13 titik.

“Belasan titik tersebut tersebar di Kecamatan Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Trucuk, dan Cawas. Mulai dari menambal tanggul jebol, pengerukan sedimentasi, hingga pemebersihan sampah yang menumpuk di tiang jembatan,” pungkas Bambang.(aya/saf)