Beranda Jateng Syafii Efendi : Sudah Waktunya Anak Muda Memimpin Solo

Syafii Efendi : Sudah Waktunya Anak Muda Memimpin Solo

73
MOTIVASI : Motivator muda Syafii Efendi saat memberikan motvasi di hadapan ribuan mahasiswa di Solo Raya dalam Seminar motivasi entrepreneurship & internasional schoolarship "Achieve your excellent in industry 4.0" yang digelar di Hotel Harris, Laweyan, Minggu (3/11).

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Motivator muda Syafii Efendi mengajak anak muda untuk berani terjun ke dalam dunia politik. Karena saat ini sudah waktunya milenial “mengambil alih” kepemimpinan dan kekuasaan negara. Hanya saja, tentunya harus dengan persiapan yang matang serta strategi yang jitu.

Hal itu diutarakannya saat memberikan materi di hadapan 2.700 mahasiswa di Solo Raya dalam Seminar motivasi  entrepreneurship & internasional schoolarship “Achieve your excellent in industry 4.0” yang digelar Organisasi Kepemudaan WIMNUS (Wirausaha Muda Nusantara se-Jawa Tengah bekerjasama dengan BEM FP Universitas Sebelah Maret di Hotel Harris, Laweyan, Minggu (3/11).

“Kenapa anak muda, karena kalian memiliki karakter dengan idealisme tinggi dan tidak bisa dibeli sehingga bisa mematikan praktek politik uang yang selama ini terjadi. Saat ini Indonesia sudah mulai melek tentang kejenuhan demokrasi dan yang bisa mematahkan hal itu adalah kalian, anak muda. Kita sebagai pemuda memiliki peluang yang tinggi untuk bisa menjadi pemimpin. Namun tentunya harus memiliki  spirit milenial entrepreneurship dan spirit milenial politik untuk berhasil mengubah politik saat ini,” paparnya.

Karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Mantan bos Gojek tersebut merupakan salah satu representasi anak muda di birokrasi yang diharapkan mampu membawa perubahan dunia pendidikan menuju arah lebih baik.

“Itu sudah out of the box dan karakter Nadiem yang memiliki gaya frontal sangat cocok di jaman milenial dan era disruptif seperti saat ini. Apalagi sistem pendidikan lama dianggap sudah mulai mengalami kejenuhan dan kurang mampu menjawab tantangan jaman. Bandingkan dengan negara lain, seperti Swedia dan Belanda, sistem pendidikan di negara kita bisa dikatakan tertinggal 10-15 tahun dibandingkan kedua negara itu,” urainya.

Kembali ke masalah kepemimpinan, Syafii mengatakan anak muda harus menyiapkan diri dengan mempertemukan spirit milenial enterpreneurship dengan spirit milenial political.

“Pemuda yang sukses di bidang kepemimpinan dan kekuasaan adalah dia yang bisa menyatukan dua kekuatan itu. Arus enteroreneurship yang mewakili karakter milenial, serta arus pilitik yang mewakili sistem demokrasi,” tegas Syafii. (jay/bis)