Tahun 2022, Ekonomi Jateng Optimis Tembus 6 Persen 

19
- PERTEMUAN TAHUNAN- Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Jawa Tengah di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (24/11). FOTO : IST/ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG –  Bank Indonesia (BI) memproyeksi ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2022 tumbuh di kisaran 5 persen sampai 6 persen. Optimisme tersebut melihat dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada triwulan 2/2021 dan triwulan 3/2021 yang terus meningkat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso mengatakan,

pertumbuhan ekonomi di Jateng mampu tumbuh positif dengan dukungan utamanya pada sektor konsumsi yang menyumbang rata-rata 50 – 60 persen. Disusul kemudian bidang investasi dan ekspor yang menjadi dua penyumbang utama terbesar berikutnya.

“Kami perkirakan 2022 pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah bisa tumbuh 5 sampai 6 persen dan inflasi dapat terjaga pada 3 +- 1 persen,” katanya, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Jawa Tengah di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (24/11).

Menurutnya, sumber utama penggerak ekonomi Jateng utamanya dari sisi konsumsi menyumbang lebih dari 50 persen. Jika konsumsi, terganggu jelas pertumbuhan ekonomi akan sangat terdampak.

“Untuk itu berbagai upaya akan dilakukan BI Jateng bersama seluruh stakeholder terkait di Jawa Tengah. Kami akan terus berusaha memacu berbagai sumber baru pertumbuhan ekonomi Jateng agar lebih terus tumbuh positif,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, upaya menarik investor dan menggenjot ekspor juga sudah menjadi kewajiban yang harus terus didorong. Ekspor furniture, alas kaki, produk tekstil akan terus didorong, bahkan akan mengajak daerah lain untuk ikut mendukung seperti di Solo dengan pabrik Sritex, kemudian ada Porang dan masih banyak lagi.

“Kemudian digitalisasi juga penting, di seluruh bidang, transaksi pemerintah dan juga komersial akan terus kita dorong,” pungkasnya.(aln)