Tahun Ini, Bangun Tanggul Permanen

ISI KARUNG – Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz ikut kerjabhakti membuat tanggul darurat di Bantaran Sungai Bremi.

JATENGPOS.CO.ID,PEKALONGAN – Tahun ini, Pemkot Pekalongan menganggarkan dana Rp. 4 Miliar untuk membangun tanggul permanen sepanjang 4 kilometer di Kali Bremi.  Dengan begitu, harapannya warga yang tinggal di sekitar Kali Bremi terbebas dari banjir akibat luapan air sungai bisa  terwujud.

 “Kami sudah siapkan dana 4 M. Pengerjaanya tahun ini juga,” cetus  Walikota Pekalongan HM Saelany Mahfudz  saat kerja bhakti bersama warga membuat tanggul darurat di bantaran Kali Bremi,  Kelurahan Tirto, Pekalongan Barat, Kemarin.

Hanya saja, lokasi bantaran sungai bremi yang disesaki banyak rumah penduduk menjadi tantangan tak ringan. Untuk melaksanakan pekerjaan, alat-alat berat sulit menjangkau.

“Kendalanya alat berat tak mungkin masuk lewat gang-gang sempit. Jadi, bangunan-bangunan yang menjorok akan ditata  dahulu. Juga pembenahan drainase,” tukas HM Saelany.

Sedangkan untuk pembuatan tanggul darurat dengan karung tanah sedang dikebut. Setelah status tanggap darurat selesai, Pemkot memang menetapkan masa pemulihan pasca banjir dengan membuat tanggul darurat  untuk mengurangi luapan air dari Sungai Bremi dan Sungai Meduri. Kerja bakti membuat tanggul darurat dari  25.000 karung berisi tanah merah dan pasir terus dikebut.

“Warga bersama Pemkot, TNI/Polri, BPBD bahu membahu membuat tanggul darurat ini,” imbuh H Saelany.

Pemkot Pekalongan juga akan memasang pompa skala lingkungan di 11 titik sesuai masukan warga dan kebutuhan.

“Pompa skala lingkungan akan dipasang di 11 titik, berukuran 4 inch `berkapasitas 15 liter per detik. Pengadaan pompa ini melalui dana tanggap darurat bencana,” terang Kabid Sumber Daya Air (SDA)  DPUPR, Khaerudin.

Urgensi pemasangan pompa skala lingkungan sebagai respon atas permintaan warga, mengingat masih ada beberapa titik genangan yang tak terjangkau oleh pompa permanen kota. Sebelas titik lokasi pemasangan pompa adalah  di Kelurahan Tirto  RW. 3 dan RW 4,  Kelurahan Pasirkratonkramat  di RW 16 dan di Kelurahan Krapyak, masing-masing dua unit.

Kemudian di Kelurahan Klego, Perumahan BRD, Kelurahan Panjang Baru, Kelurahan Panjang Wetan, dan Kelurahan Kandang Panjang, masing-masing satu unit pompa.

Pengadaan keseluruhan pompa menelan dana Rp 360 juta. Pengadaan pompa oleh BPBD Kota Pekalongan. Namun untuk peninjauan teknis dilakukan DPU-PR.

“Segera akan kami pasang pompa-pompa tersebut agar genangan banjir bisa cepat surut,” tukas Khaerudin. (dinkominfo/didik).